Strategi Pengkot Wushu Kota Semarang Untuk Patahkan Kekuatan Lawan
REMBANG[Berlianmedia] – Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Wushu Semarang, Heru Setiabudi mengatakan sejumlah fakta menarik terkait kekuatan lawan-lawan yang akan dihadapi pada final wushu di perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVI Pati Raya.
Heru menuturkan, lawan-lawan yang cukup berat berasal dari Kabupaten Semarang dan Grobogan. Dari Kabupaten Semarang terdapat satu atlet di nomor Sanda yang pernah menjadi juara dunia wushu.
“Lawan terberat Sanda dari Kabupaten Semarang, lalu untuk toulu kekuatan cukup merata baik dari grobogan atau kabupaten Semarang karena beberapa hadir atlet-atlet nasional dan juara dunia Sanda,” ujar Heru, Rabu (9/8).
Namun demikian, Heru menambahkan, tetap percaya diri dengan mempercayakan target medali kepada atlet-atlet muda. Pasalnya, Heru mengupayakan regenerasi bagi wushu Kota Semarang.
“Tapi kebanggaan dari kami adalah mayoritas kami menurunkan atlet-atlet muda jadi kami bisa mempersiapkan lebih baik di event-event selanjutnya,” tuturnya.
Bahkan rata-rata mereka baru merasakan Porprov dan langsung diterjunkan di kelas senior hingga mampu meraih medali.
Dari semua nomor yang dipertandingkan, nomor toulu jadi ajang persaingan yang cukup ketat karena kekuatannya merata. Apalagi dengan membawa atlet-atlet junior yang harus beradaptasi dengan perbedaan jurus.
“Yang pasti persaingan di nomor toulu itu ketat sekali dan untuk jurus senior dan junior itu berbeda. Jadi junior-junior ini harus betul-betul berlatih menguasai jurus senior sesingkat mungkin. Sebelumnya mereka berlaga di kelas junior A,” ujarnya.
Sekalipun junior, atlet-atlet yang dibawa Heru sudah menjajal kekuatan pada Pekan Olahraga Pemerintah Daerah (Popda) beberapa waktu lalu di Semarang. Bahkan mereka mampu mempersembahkan juara.
“Tapi atlet-atlet yang kita bawa walaupun junior, mereka bukan tanpa pengalaman. Tiga atlet junior Kota Semarang sudah merasakan juara di Popda kemarin,” tuturnya.


