Sido Muncul 2024 Targetkan Pendapatan dan Laba Naik 15%
SEMARANG[Berlianmedia] – Manajemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di rentang 10% hingga 15% sepanjang 2024.
Direktur Utama David Hidayat mengatakan Sido Muncul menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di rentang 10% hingga 15% sepanjang 2024. Untuk meraih target tersebut, perseroan akan mendorong pertumbuhan ekspor yang kini baru berkontribusi 8% dari total pendapatan.
“Perluasan pasar ekspor yang kini terus digenjot diharapkan dapat membantu mendongkrak pertumbuhan,” ujar David, Senin (4/3)
Selain itu, tutur David, perluasan pasar domestik juga masih memiliki peluang yang besar, yang diharapkan pertumbuhan pendapatan dari kontribusi produk baru
Meski demikian, lanjutnya, target perluasan ekspor Sido Muncul bukan tanpa tantangan, Namun tantangan ekspor masih diselimuti oleh kondisi peperangan yang tak kunjung berhenti.
Pada tahun ini, Sido Muncul juga akan menerapkan sejumlah strategi penjualan untuk mendongkrak kinerja bisnis. Perseroan akan memutus mata rantai distribusi agar lebih efisien sehingga mampu meningkatkan penjualan perusahaan.
“Kami juga akan menambah tenaga profesional yang diharapkan dapat mengeksekusi rencana strategis yang sudah ditetapkan, serta menerapkan beberapa inisiatif yang akan diimplementasikan juga di anak perusahaan,” tutur David.
Menurutnya, untuk pencapaian pendapatan dan laba bersih pada 2024, Sido Muncul memastikan tetap mempertahankan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio untuk tahun buku 2023 di atas 85%.
“Tahun ini benar [rasio dividen di atas 85%] karena kami belum ada rencana penggunaan dana untuk kepentingan ekspansi,” ujar David.
Merujuk keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Sido Muncul akan menggelar RUPST yang dijadwalkan pada 3 April 2024 di Semarang. Sementara pemanggilan rapat baru akan diumumkan perseroan pada 8 Maret mendatang.
Manajemen Sido Muncul mengumumkan para pemegang saham yang berhak menghadiri RUPST adalah mereka yang tercantum dalam Daftar Pemegang Saham di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 7 Maret 2023 hingga pukul 16.00 WIB.
Berkaca pada RUPST tahun lalu, manajemen Sido Muncul menyetujui pembagian dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp1,09 triliun atau setara Rp36,5 per saham. Besaran ini mencerminkan dividend payout ratio 99,13% dari laba bersih perseroan 2022.

Di sisi lain, berdasarkan laporan keuangan per akhir Desember 2023, Sido Muncul membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp950,64 miliar.
Perolehan ini turun 13,95% dari capaian laba 2022, sebesar Rp1,10 triliun. Penurunan laba bersih sejalan oleh lemahnya kinerja penjualan yang turun sebesar 7,8% year-on-year (YoY) menjadi Rp3,56 triliun pada 2023. Tercatat, mayoritas segmen penjualan mengalami penurunan secara tahunan. Segmen jamu herbal dan suplemen sebagai kontributor terbesar meraih penjualan Rp2,34 triliun sepanjang 2023, turun 10,83% YoY. Adapun segmen makanan dan minuman meraih Rp1,10 triliun atau naik 1,20% YoY, sedangkan segmen farmasi menyumbang Rp115,68 miliar.
Meski demikian, kinerja fundamental Sido Muncul telah menunjukkan pemulihan pada kuartal IV/2023 karena dipengaruhi berbagai program pemasaran yang menunjang penjualan, dan didukung pemulihan daya beli serta seasonality akhir tahun.
Hasilnya, pada kuartal keempat 2023, Sido Muncul membukukan penjualan bersih Rp1,2 triliun atau naik lebih dari 70% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ). Semua segmen bisnis membukukan kenaikan penjualan, bahkan kinerja ekspor tumbuh lebih dari 80%.


