Sedekah Bumi Desa Sidorejo Penuh Pesan Budaya

DEMAK [Berlianmedia] – Rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Desa Sidorejo, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, berlangsung meriah dan khidmat pada Minggu Pon (11/5). Puncak acara dimeriahkan oleh penampilan spektakuler dari grup ketoprak legendaris Rosi Mustiko Budoyo, yang berhasil menyedot perhatian ribuan penonton dari berbagai daerah.

Dipimpin oleh Nyai Ruswati, grup ketoprak ini membawakan lakon berjudul “Saridin Andum Waris Kebecikan”—kisah sarat pesan moral tentang menjaga amanah, budi pekerti, dan nilai luhur warisan leluhur. Dengan tata panggung megah, kostum memukau, dan penjiwaan peran yang mendalam, para seniman sukses menggugah emosi penonton: mengundang haru, tawa, sekaligus kekaguman.

Acara diselenggarakan di halaman rumah Kepala Desa Sidorejo, Bapak Mukhamad Sofik, yang juga menjadi tuan rumah dan penggerak utama kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas partisipasi semua pihak, serta menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal.

Baca Juga:  Kritik Pedas Pengacara Semarang soal Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong

“Orang Jawa jangan sampai lupa asal-usulnya. Melalui kegiatan seperti ini, kita lestarikan budaya Jawa. Lakon ‘Saridin Andum Waris Kebecikan’ mengingatkan kita bahwa setiap manusia pasti punya salah, tapi selama mau berubah dan berikhtiar, kebaikan akan mendatangi kita,” ujar Mukhamad Sofik.

Sedekah Bumi tahun ini dimulai sejak 10 Mei dengan kegiatan ziarah ke makam para sesepuh desa. Pada 11 Mei pagi, masyarakat disuguhi pagelaran wayang bertema “Bangun Projo” yang disisipi ritual slametan sebagai wujud syukur dan harapan baik. Antusiasme warga begitu tinggi sepanjang rangkaian acara.

Pagelaran ketoprak turut diiringi oleh Karawitan Arum Laras yang menampilkan alunan gamelan Jawa secara langsung, serta didukung sistem tata suara profesional dari Wahyu JI Audio. Bagi masyarakat yang tidak sempat hadir, keseluruhan pertunjukan dapat dinikmati melalui tayangan livestream di kanal YouTube Primapro Video Shooting, yang juga mendokumentasikan acara secara apik.
Selain budaya, pembangunan pertanian juga menjadi perhatian. Kepala desa mengumumkan dimulainya program penyedotan sawah agar dapat segera ditanami kembali.

Baca Juga:  Ketua Dekopin Daerah Blitar Apresiasi Lapenkopda Gelar PAG Secara Gratis

“Alhamdulillah, di era kami, sawah yang sebelumnya belum bisa ditanami kini bisa difungsikan kembali. Kami telah berkoordinasi dengan BPD, LKMD, Gapoktan, serta Dinas Pertanian Kecamatan Sayung dan Kabupaten Demak. Insya Allah, dalam satu hingga dua minggu ke depan, pertanian akan mulai berjalan. Harapannya, ini bisa menambah pendapatan warga, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar ekonomi ditata dari bawah—termasuk melalui program Koperasi Merah Putih,” tambah Sofik.

Tokoh masyarakat yang turut hadir menyatakan kekagumannya, “Ini bukan sekadar hiburan, tetapi pengingat pentingnya merawat nilai-nilai luhur peninggalan leluhur. Ketoprak menjadi cermin budaya sekaligus jembatan silaturahmi.”
Acara berlangsung tertib, aman, dan meninggalkan kesan mendalam di hati masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda tahunan Desa Sidorejo dan menginspirasi desa-desa lain untuk terus menghidupkan seni tradisi bangsa.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!