Satpol PP Kota Semarang Tertibkan 40 PKL Dibawah Flyover Pelabuhan

SEMARANG[Berlianmedia] – Satpol PP Kota Semarang bersama petugas gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang melakukan pembongkaran 40 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang ada di bawah Flyover pintu masuk Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (20/11).

Pembongkaran ini merupakan tindak lanjut dari giat sebelumnya yang sudah dilakukan sosialisasi kepada para PKL untuk bisa membongkar lapak secara mandiri.

Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan pembongkaran lapak yang dilakukan sepanjang 350 meter untuk dijadikan taman pasif agar mempercantik pintu masuk kawasan pelabuhan.

“Sudah kita sosialisasikan dan PKL kami minta bongkar sendiri dan kondusif. Selanjutnya kita relokasi mereka ke Pasar Rejomulyo,” ujar Fajar.

Fajar menambahkan, pihaknya memberi kesempatan kepada para PKL untuk benar-benar mengosongkan dan membersihkan lokasi hingga hari Rabu (22/11).

Baca Juga:  Bupati Hartopo Tinjau Progres Normalisasi Kali Londo

Sementara untuk truk yang biasa parkir di area bawah Flyover juga sudah diminta untuk bergeser.

“Saya minta DPU untuk memasang barier untuk segera dilakukan Pembanguan. DPU saya minta segera dibangun,” tuturnya.

Sementara untuk sisi sebelah kanan rencananya juga akan dilakukan pembongkaran untuk dilanjutkan pembangunan pada 2024.

Pihaknya bahkan sudah melakukan sosialisasi terkait pembongkaran PKL sisi sebelah kanan.

“Sosialisasi sudah lama untuk Pembangunan ini,” ujarnya.

Plt Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Bagus Irawan menambahkan, pihaknya sudah memiliki desain pembangunan tamannya. Nantinya DPU akan membuat trotoar sepanjang jalur dibawah Flyover.

“Desain sudah ada nanti memanjang dan disini tengah nya kita kosongkan dulu akan diurug tanah dulu karena anggaran hanya cukup untuk pinggirannya dulu. Kita akan bikin trotoar sepanjang ini,” tutur Bagus.

Baca Juga:  Telkom Konsisten Dorong Digitalisasi di Sektor Bisnis Perdagangan

Bagus menuturkan, untuk pembangunan ditargetkan selesai pada akhir 2023, dan nantinya akan dilanjutkan pembangunan tahap kedua pada sisi kanan pada 2024.

“Anggaran tanaman dapat CSR Pelindo Rp1 miliar. Untuk penutupan trotoar akan kita kerjakan swakelola,” ujatnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!