Rombongan BNPB, BMKG dan Ganjar Tinjau Dapur Umum dan Cek Stasiun Tawang

SEMARANG[Berlianmedia] – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto meninjau dapur umum di Kecamatan Semarang Utara Senin (2/1).

Selain itu, mereka juga menyambangi Stasiun Tawang untuk melihat suasana terkini. Turut mendampingi Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dan Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu serta Forkopimda Kota Semarang.

Pada kesempatan itu, Ganjar menyapa relawan yang sedang memasak untuk warga di depan kantor Kecamatan Semarang Utara. Relawan mengatakan bila mereka memasak sehari tiga kali.

“Sehari tiga kali pak. Untuk sarapan, kami mulai masaknya pukul 02.00 WIB pagi,” tutur salah seorang relawan.

Suasana dapur umum pun meriah. Interaksi Ganjar dan para relawan yang rata-rata perempuan berlangsung gayeng. Tanpa jarak, mereka saling melempar candaan.

Baca Juga:  Eva Yuliana Rayakan Maulud Nabi di Ponpes Al-Muayyad Solo

“Jangan ayam tok, dikasih sayur juga biar tidak bosan. Wah ini ada relawan disabilitas, makasih ya bro,” ujar Ganjar.

Di dapur umum tersebut, relawan dari Tagana membantu warga Kecamatan Semarang Utara yang terdampak banjir. Untuk distribusi, mereka dibantu lurah yang langsung datang untuk mengambil bagian untuk warganya.

“Ayo sini semua foto sama Pak Har (sapaan akrab Kepala BNPB), kapan lagi lho ketemu sama beliau. Ayo pak sini foto bareng-bareng,” seloroh Ganjar.

Setelah itu, rombongan Ganjar dan Kepala BNPB menuju ke Stasiun Tawang. Dirut PT KAI Didiek Hartantyo dan Ka Daop IV Semarang Wisnu Pramudyo sudah menunggu di drop zone penumpang.

Pantauan di lokasi, situasi stasiun kereta api tipe A itu sudah berangsur normal. Sudah tak tampak genangan di area stasiun. Namun demikian, jadwal keberangkatan masih terkendala. Mengenai hal itu, pihak KAI telah menginformasikan pada penumpang.

Baca Juga:  Piala Dunia U-17 Sukses, Pj Gubernur Jateng Apresiasi Dukungan Masyarakat

Ganjar juga berterimakasih kepada PT KAI yang sigap menyelesaikan persoalan. Sebagai antisipasi cuaca buruk dan menyebabkan banjir terjadi lagi, sejumlah bus juga disiagakan di Stasiun Tawang.

“Alternatif bus sudah disiapkan, untuk cadangan seandainya cuaca kemudian berubah sehingga harus dilakukan tindakan darurat,” tutur Ganjar.

Di sisi lain, dia berharap, dengan teknologi modifikasi cuaca bisa terus dikembangkan. Ganjar menyampaikan, berkar bantuan BNPB dan BMKG, modifikasi cuaca cukup berhasil.

Dia juga menyinggung beberapa daerah yang kemarin masih banjir. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi untuk merespons persoalan banjir di beberapa daerah dengan baik.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!