Refleksi Akhir Tahun FOJB: Dorong Profesionalitas APH dan Penegakan Hukum yang Lebih Tegas

SEMARANG [Berlianmedia]- Forum Ormas Jawa Tengah Bersatu (FOJB) pada momentum akhir tahun ini melakukan refleksi internal, sekaligus refleksi sosial untuk masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang.

Dikatakan Koordinator FOJB Doni Sahroni, bahwa refleksi itu lahir dari diskusi bersama seluruh anggota, terkait berbagai persoalan publik yang membutuhkan perhatian serius, terutama menyangkut profesionalitas Aparat Penegak Hukum (APH).

Doni menegaskan, bahwa kecintaan dan penghormatan terhadap institusi kepolisian merupakan sesuatu yang tidak perlu diragukan. Justru karena rasa cinta itulah, FOJB merasa berkewajiban memberikan masukan konstruktif.

“Kepolisian adalah benteng keamanan masyarakat, sehingga profesionalitasnya harus terus ditingkatkan,” tegasnya di Kota Semarang, Senin (1/12).

Dorongan Peningkatan Profesionalitas Polri

Koordinator FOJB mendorong Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Jawa Tengah dan Polrestabes Semarang, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang transparan, objektif dan akuntabel.

Kemudian bagaimana mengungkap berbagai kasus yang menjadi perhatian publik. Beberapa kasus yang menjadi sorotan FOJB saat ini, seperti kasus Iwan Budi, yang perlu penyelesaian tuntas.

Baca Juga:  Halalbihalal Keluarga Besar USM, Rektor: USM Terus Berbenah dan Bertransformasi
Refleksi Akhir Tahun FOJB: Dorong Profesionalitas APH dan Penegakan Hukum yang Lebih Tegas. Foto : Dok Ist

Kasus tertembaknya siswa SMK, sebagai momentum introspeksi APH untuk memperkuat pengawasan internal.

Kasus terbaru, terbunuhnya dosen hukum Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Kota Semarang, yang diduga melibatkan oknum kepolisian sehingga harus ditangani tanpa pandang bulu.

“Kecintaan kami kepada institusi Polri itu tidak bisa dibantah. Karena cinta itulah kami bersuara. Kami ingin melihat kepolisian semakin profesional, semakin dipercaya dan semakin dekat dengan masyarakat,” tegas Doni Sahroni.

“Kami tidak ingin ada lagi kasus yang menggerus kepercayaan publik, baik kasus Iwan Budi, tertembaknya siswa SMK, maupun dugaan keterlibatan oknum Polisi berpangkat AKBP pada kasus dosen Untag. Semuanya harus dituntaskan dengan terang dan tegas. Penegakan hukum tidak boleh pandang bulu,” imbuhnya.

Soroti Pekat Togel

Selain itu, Koordinator FOJB juga menyoroti terkait penyakit masyarakat (pekat). Seperti Kenakalan remaja dan kelompok kreak yang meresahkan, maupun menjamurnya lapak togel di beberapa titik, di Ibu Kota Jawa Tengah.

Baca Juga:  Dandenpom IV/5 Semarang Turut Musnahkan Barang Bukti di Odmil II-09 Semarang

FOJB mendesak, agar penanganan dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku, termasuk KUHP Pasal 303 untuk tindak perjudian.

“Togel, kenakalan remaja dan bentuk-bentuk pekat lainnya tidak boleh dibiarkan. Harus ada tindakan nyata. Kepolisian harus menjadi garda terdepan memberantas ini semua, bukan malah memberikan ruang bagi oknum atau pelaku,” ungkap Doni.

Sebagai hasil refleksi akhir tahun, FOJB menyampaikan beberapa poin-poin rekomendasi strategis, yaitu :

1. Polda Jateng dan Polrestabes Semarang perlu memperkuat transparansi, dalam penuntasan kasus-kasus besar untuk memulihkan kepercayaan publik.

2. Mengaktifkan kembali fungsi pengawasan internal (Propam), guna mencegah dan menindak tegas pelanggaran oleh oknum kepolisian.

3. Meningkatkan patroli dan pemberantasan penyakit masyarakat, terutama perjudian togel dan kenakalan remaja di berbagai titik rawan.

4. Membangun komunikasi intensif antara kepolisian dan organisasi masyarakat, untuk memetakan potensi kerawanan sosial secara kolaboratif.

Baca Juga:  Kejuaraan Bulutangkis Multi Kota/Kabupaten PBSI Digelar Di Semarang

5. Mendukung penuh agenda reformasi kepolisian, yang dicanangkan Presiden RI dan Kapolri, termasuk rekomendasi Komisi Reformasi Kepolisian.

6. Menindak setiap bentuk perlindungan terhadap pelaku pelanggaran hukum, baik dari unsur sipil maupun oknum aparat penegak hukum, guna menjaga integritas institusi.

7. Melakukan publikasi berkala, mengenai capaian kinerja penegakan hukum, agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan resmi.

Refleksi akhir tahun ini merupakan komitmen FOJB untuk terus menjaga stabilitas sosial, ketertiban umum serta kemitraan konstruktif, antara masyarakat dan institusi negara. FOJB percaya bahwa kepolisian yang kuat, profesional dan dipercaya publik adalah fondasi penting bagi keamanan dan kemajuan Jawa Tengah.

“FOJB akan terus ikut mengawal, memberikan masukan dan mendukung setiap langkah kepolisian yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Sesuai kesepakatan anggota, akan kita tindak lanjuti secara terus menerus hingga ke pemerintah pusat,” pungkasnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!