Outing Class SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus dengan Belajar Bahas Inggris di Taman Krida Wisata
KUDUS [Berlianmedia]- Suasana Taman Krida Wisata Kudus di Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tampak lebih ramai dari biasanya pada Sabtu (23/5).
Puluhan siswa SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus terlihat antusias mengikuti berbagai permainan edukatif, dalam kegiatan Outing Class bertema International Class Program 2026 bersama Rumah Kita English Course.
Sebanyak 83 siswa kelas 2 diajak belajar bahasa Inggris dengan cara berbeda. Tidak melalui metode belajar di dalam kelas, melainkan lewat permainan interaktif yang dirancang menyenangkan, sekaligus melatih kerja sama antarsiswa.
Founder Rumah Kita English Course, Nurul Aini Rizkina mengatakan, konsep kegiatan dibuat agar anak-anak merasa bahasa Inggris bukan pelajaran yang menakutkan.
“Anak-anak dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mengikuti berbagai game yang tetap berkaitan dengan bahasa Inggris. Jadi mereka belajar sambil bermain,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga membawa pesan pendidikan karakter melalui tema save, protect and explore.

“Kami ingin anak-anak tahu kalau bahasa Inggris itu tidak serem. Bahasa Inggris ternyata dekat dengan kehidupan sehari-hari dan bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan,” katanya.
Dalam kegiatan itu, siswa mengikuti empat pos permainan edukatif. Mulai dari scavenger hunt mencari bola tersembunyi, mengenal nama-nama hewan dalam permainan protect the animal, hingga permainan kosa kata buah dan tantangan kelompok lainnya.
Aini menuturkan, setiap permainan sengaja dirancang untuk membangun rasa kepedulian dan kebersamaan antar peserta.
“Mereka bukan battle untuk menjatuhkan teman, tapi justru bekerja sama menyelamatkan teman-temannya. Jadi yang dibangun bukan hanya kompetitif, tetapi juga rasa supportif,” paparnya.
Guru Bahasa Inggris SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, Efty Ikayanti Khoirunnisa menjelaskan, outing class menjadi salah satu metode untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar bahasa Inggris sejak dini.
“Tujuannya untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris mereka supaya lebih tertarik belajar bahasa Inggris dengan kegiatan yang menyenangkan,” jelasnya.
Ia menyebut, kemampuan bahasa Inggris kini menjadi kebutuhan penting bagi anak-anak di era modern.
“Sekarang tuntutan zaman membuat anak-anak perlu bisa bahasa internasional untuk komunikasi, baik di sekolah maupun dalam kegiatan lainnya,” ujarnya.
Menurut Efty, perkembangan siswa dalam penguasaan kosa kata sehari-hari juga cukup baik. Bahkan, para siswa disebut aktif mengikuti berbagai lomba bahasa Inggris.
“Alhamdulillah perkembangan vocabulary anak-anak cukup bagus dan mereka juga sangat antusias saat belajar bahasa Inggris,” katanya.
Sementara itu, Project Manager kegiatan dari tim tutor Rumah Kita English Course, Alya, menyampaikan bahwa konsep outing class dibuat agar anak-anak bisa belajar tanpa tekanan.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang seru dan berkesan untuk anak-anak. Jadi mereka merasa belajar bahasa Inggris itu menyenangkan dan tidak membosankan,” ucapnya.
Saat ini Rumah Kita English Course memiliki 13 tutor aktif dan turut melibatkan volunteer mahasiswa dalam berbagai kegiatan besar. Pihaknya juga membuka peluang kolaborasi serupa dengan sekolah lain di Kabupaten Kudus maupun daerah sekitar.
“Kalau ada sekolah lain yang ingin mengadakan kegiatan seperti ini tentu sangat bisa. Nanti konsepnya akan kami sesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan sekolah,” tandasnya.


