Ratusan Warga Geruduk Kantor Kabupaten Demak Desak Atasi Masalah Rob

DEMAK [Berlianmedia] Ratusan warga Dukuh Morosari dan Tonosari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak datangi Kantor Bupati Demak, mendesak pemerintah kabupatenmengatasi permasalahan air rob yang semakin parah, Rabu (10/7).

Salah satu warga desa setempat, Romadhon (50) mengungkapkan, bahwa rob semakin tahun semakin tinggi bahkan sampai menggenangi jalan utama di daerahnya.

Keadaan ini diperparah dengan adanya kegiatan mega proyek Tol didekat desa, berupa armada (Truk) yang besar, yang berlalu lalang tiap hari di sepanjang jalan desa, menambah parah setiap kali truk-truk besar lewat di depan rumah warga, memunculkan ombak yang besar dan mengakibatkan pagar rumah warga rusak.

“Sebab karena itu, Kami mendesak pemerintah maupun pihak – pihak yang bersangkutan, seperti proyek yang sedang melakukan aktivitas di wilayah kami, agar melakukan peninggian jalan di desa,” ujarnya

Baca Juga:  Penampilan Ganjar dan Iwan Fals Tutup Gelaran Borobudur Marathon

“Rob memang kondisi alam, namun permasalahannya adalah dampak aktivitas armada yang melewati jalan, menimbulkan ombak yang besar sehingga yang kena dampaknya adalah masyarakat,” imbuhnya.

Senada yang dikatakan pula Sudarman (45), bahwa jalan di daerahnya yang terendam air rob tersebut, merupakan akses jalan utama untuk menuju laut.

“Kami mengantisipasi atas kondisi tersebut bilamana air rob sedang naik, kami segenap warga melakukan buka tutup jalan selama tiga jam, kalau air robnya sedang tinggi. Kalau tidak dilakukan penutupan jalan, air akan memasuki rumah warga,” sesalnya.

Sebenarnya warga mendukung adanya proyek pembangunan Tol,  namun warga juga mendesak pemerintah, untuk memperhatikan masyarakat di desa tersebut. Jangan sampai kondisi tersebut terus dibiarkan, karena akan berdampak kepada warga yang merasa kesulitan untuk mencari rejeki, bila rumah-rumah mereka selalu terkena imbas dari mega proyek tersebut.

Baca Juga:  Izin Meluas, Hutan Menyusut, Warga Terancam

“Kita mendukung proyek itu, tetapi jalan harus diperhatikan. Kenapa tidak bisa ditinggikan? Kita sudah menyampaikan ini sepanjang 1.5 km jalan itu kalau rob selalu tergenang. Kami tidak pernah yang namanya menghambat adanya proyek jalan Tol. Tuntutan masyarakat sepele saja, agar jalan utama harus ditinggikan, agar semuanya enak masyarakat tidak dirugikan dan pihak proyek juga lancar,” tandasnya.

Kepala Desa Bedono, Agus Salim, yang turut serta dalam audiensi juga menyampaikan, bahwa tuntutan warganya tersebut agar pemerintah maupun pihak proyek memikirkan kondisi warganya, salah satunya dengan meninggikan jalan.

“Peninggian jalan yang diakses oleh proyek tol yang melintas di Dukuh Worosari,Tonosari dan Pandansari. Ini berdampak bagi warga bilamana truk-truk melintas di waktu rob tinggi, sehingga pemukiman warga terhempas seperti ombak akibat truk yang melintas itu,” ujarnya.

Baca Juga:  Smartfren Dukung Kegiatan Demak Job Fair 2023

“Akses itu utama, yang mereka harapkan peninggian jalan baik menggunakan padas atau yang lainnya, sehingga rumah mereka aman dari hempasan ombak yang terjadi saat truk melintas,” sambung Agus.

Oleh sebab itu, jika tuntutan warga tidak digubris, maka akan melakukan aksi yang lebih ektrem dengan menutup jalan utama.

“Apabila tidak dilakukan peninggian, mereka akan melakukan aksi yang lebih ekstrem daripada sekarang ini. Seperti menutup akses jalan tersebut, sehingga akan terdampak juga diproyek Tol yang sedang dibangun oleh pemerintah,” pungkasnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!