Ratusan Suporter Gelar Unjuk Rasa di Bundaran HI Terkait Tragedi Kanjuruhan
JAKARTA[Berlianmedia] – Ratusan suporter sepak bola menggelar aksi damai saat car free day (CFD), Minggu (30/10) pagi. Mereka adalah suporter gabungan dari klub sepakbola yang berada di Tanah Air. Mengawali aksi dari jalan Jendral Sudirman, massa kemudian berjalan kaki menuju Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.
Mereka membawa beragam atribut seperti bendera dan spanduk dan menuntut PSSI untuk bertanggung jawab serta mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan yang merenggut 135 korban jiwa. Massa melakukan long march sambil membentangkan sejumlah spanduk dan membagikan kertas yang berisi tuntutan mereka
Bahkan ada beberapa suporter membawa poster yang bertuliskan, “Bayar Air Mata Kami Dengan Keadilan” kemudian juga tulisan “#UsutTuntas”.
Selain mendesak Ketua PSSI Iwan Bule untuk segera mundur dari jabatannya, para suporter juga meminta seluruh pihak bersangkutan untuk bertanggung jawab secara hukum hingga disidangkan di meja hijau.
Perwakilan Aksi Suporter Damai, Ubaydillah mengatakan, pihaknya membawa 5 tuntutan dalam aksi tersebut. Pertama, mereka meminta pihak berwenang mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan.
“Pelaku tangkap dan adili,” kata Ubay.
“Kedua, panpel (panitia pelaksana) Liga 1, Liga Indonesia Baru (LIB), Ketua Umum PSSI serta jajarannya harus bertanggung jawab secara moral dan hukum,” tutur Ubay.
Para suporter juga meminta diadakannya kongres luar biasa (KLB) PSSI menyusul adanya tragedi Kanjuruhan
“Menuntut asprov-asprov (PSSI) semua provinsi Indonesia melakukan hal itu dan melakukan mosi tidak percaya kepada PSSI hari ini,” kata Ubay.
Tuntutan keempat yaitu mereka meminta polisi menghentikan kriminalisasi semua kegiatan suporter.
“Kelima, kami menuntut aparat keamanan humanis, tidak menggunakan gas air mata, pentungan, dan senjata api,” kata Ubay.
Dalam keterangan tambahan, Ubay mengatakan bahwa pihaknya juga meminta Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau yang lebih akrab disapa dengan Iwan Bule untuk mundur dari jabatannya
Tuntutannya itu relevan karena Iwan Bule selaku Ketua Umum PSSI adalah pucuk pimpinan organisasi sepak bola di Indonesia.
“Anda yang punya peraturan, Anda yang punya sistem,” kata Ubaydillah.
Sebelumnya korban meninggal akibat tragedi Kanjuruhan berjumlah 135 orang.


