Ratusan Difabel Kota Semarang Ngaji Bareng di Masjid Baiturrahman

SEMARANG[Berlianmedia] – Sebanyak 400 orang difabel yang tergabung dalam Majelis Pengajian Difabel (MPD) Kota Semarang, mengikuti kajian Ramadhan di Masjid Baiturrahman, Kamis (6/4).

Selain mengaji, mereka juga menerima bantuan paket sembako dari Baznas Provinsi Jawa Tengah dan Pemkot Semarang.

Perjuangan mereka menuju masjid yang berada di pusat kota itu tidak mudah. Terlebih dengan keterbatasan fisik yang mereka miliki. Namun, semangat.para difabel terlihat luar biasa.

Lihat saja difabel netra yang datang berkelompok, saling bergandengan menuju ruang pengajian. Belum lagi para difabel daksa, yang mesti dipapah atau menggunakan kursi roda.

Beruntung, ada donatur yang menyedialan akses transportasi dari rumah tinggal mereka menuju Masjid Baiturrahman. Ada pula pendamping yang siap membantu para difabel hingga ruangan pengajian.

Baca Juga:  22 Stadion Sepakbola Di Indonesia Telah Selesai Diaudit dan Dievaluasi

Ketua MPD Kota Semarang Basuki mengatakan kegiatan pengajian digelar setiap bulan sekali. Namun, kegiatan di Masjid Baiturrahman memberi arti khusus, karena diikuti ratusan orang difabel.

“Kalau kegiatan seperti ini setelah pandemi yang pertama, kita bisa kumpul setelah hanya bisa berkumpul via zoom (saat pandemi). Tentu kita senang sekali,” ujarnya.

Basuki menambahkan, total peserta acara ini sekitar 800 orang. Terdiri dari difabel sebanyak 400-an orang, ditambah pendamping.

Terkait fasilitas transportasi, lanjutnya, beberapa instansi memberikan dukungan. Hal itu, menurutnya, memudahkan para difabel menuju tempat acara yang ada di area Simpang Lima.

“Memang kita berikan fasilitas ke teman-teman. Kita memberi transportasi,  disiapkan mobil, termasuk dari Kominfo Jateng. Kita jemput di titik kumpul dan setelahnya kita antar pulang,” tutur Basuki.

Baca Juga:  Kembangkan Bisnis Pertashop Lewat Kuliner ‘Sambal Bakar Bu Sas’

Dia berharap, dengan acara itu bisa meneguhkan iman para difabel. Selain itu, Basuki ingin agar warga memandang difabel sebagai entitas yang memiliki added value (nilai lebih) yang siap berkiprah dalam kegiatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji mengapresiasi kegiatan MPD. Dia menambahkan, siap mendukung para difabel agar bisa produktif melalui berbagai pelatihan, yang bersumber dari zakat ASN di Provinsi Jawa Tengah.

Dukungan Baznas Jateng, tutur Dardji,  untuk difabel sudah diwujudkan dalam berbagai pelatihan, di antaranya pelatihan bengkel mobil.

“Setelah lebaran, untuk teman-teman tunanetra akan ada pelatihan memijat akupresur untuk 50 orang,” ujarnya.

Darodji membuka peluang jika para difabel ingin mengusulkan bantuan kegiatan produktif, guna meningkatkan keterampilan mereka.

“Ini (penyandang disabilitas) ada organisasinya, bisa mengajukan proposal. Kita akan mempelajari, kalau sesuai (penerima zakat) akan kita serahkan (bantuan pelatihan),” tuturnya.

Baca Juga:  PLN Realisasikan Kerjasama Dengan TANESCO

Pada kesempatan itu Baznas Jateng juga memberikan bantuan sembako sebanyak 400 paket. Menurut Darodji, bantuan itu merupakan bagian dari bantuan pada Ramadhan hingga Idulfitri tahun ini. Total ada 5000 paket sembako, yang akan dibagikan hingga Lebaran 2023.

Peserta MPD Agus mengaku senang dapat mengikuti acara ini. Dia berharap, pengajian ini dapat  memberi semangat baginya dalam menjalani hidup dan meneguhkan keislamannya.

“Senang sekali karena ini momen bagi kita bersilaturahmi. Ya semoga menambah semangat puasa dan dalam menjalani hidup bergembira,” ujarnya, yang sehari-hari berprofesi sebagai pemijat tunanetra.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!