Rakor DPW AAIPI Jateng, Sekda Jateng: Tantangan Auditor Kapabilitas Diri
SEMARANG[Berlianmedia] – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengingatkan, auditor harus memiliki kapabilitas mumpuni dan berani bertindak sebagai pencegah korupsi.
Sumarno mengatakan tantangan yang dihadapi auditor tidaklah mudah. Bahkan tantangan seorang auditor adalah kapabilitas diri. Mereka dituntut terus melipatgandakan kemampuan intelektual. Ini berguna bagi seorang pengawas, agar mampu berargumen dan menyelesaikan persoalan pada audit intern pemerintah tanpa didikte oleh subjek pengawasan.
“Pertama capacity building, kemampuan kita harus lebih dari yang kita assesment. Dalam pencegahan korupsi, anda juga harus memberi contoh,” ujar Sumarno saat menghadiri Rakor DPW Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) Jateng, Kamis (16/3).
Pada acara yang diselenggarakan di Aula Integritas Inspektorat Pemprov Jateng itu, diikuti oleh para Inspektur, Satuan Pengawas Internal (SPI), Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan auditor se Jawa Tengah. Selain rakor, dilakukan pula pengukuhan pengurus DPW AAIPI Jateng periode 2022-2025.
Hal lain yang penting, tutur Sumarno, adalah kemampuan pencegahan korupsi. Dia memberi garis tebal, pada tugas ini. Karena seorang auditor harus rampung terhadap persoalan iming-iming ketika menjalankan tugas.
Oleh karena itu, dia meminta pada anggota AAIPI Jateng menyadari tugas dan fungsinya mengenyahkan praktik koruptif, guna menyokong roda-roda pemerintahan.
“Tantangannya, korupsi tercipta karena ada kesempatan dan ada peluang. Itu yang berat. Maka posisi kita sebagai pengawas, harus punya barier (penghalang), menyikapi peluang dan kesempatan itu tadi untuk tidak memanfaatkannya lebih kuat,” tutur Sumarno.
Sementara itu, Ketua Komite Standar Audit Dewan Pengurus Nasional AAIPI Faizal menuturkan, auditor intern pemerintah tidak hanya menjalankan tugas sebagai pengawas, juga memberikan solusi atas masalah yang dihadapi, mendorong sistem birokrasi berubah menuju ke arah positif dan mendukung tercapainya program yang telah dicanangkan.
Senada, Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Jateng Dhoni Widiyanto mengatakan audit internal berperan layaknya early warning system (EWS). Menurutnya, pencegahan korupsi memang menjadi tantangan yang berat, namun hal itu terus diupayakan lebih baik.
“Karena APIP seharusnya bisa menjadi mata telinga di daerah, agar kegiatan sesuai dengan ketentuan supaya prinsip 3E (efektif, efisien dan ekonomis) bisa terlaksana,” ujarnya.
Dia menambahkan, hal lain yang menjadi tugas seorang auditor adalah memberi masukan kepada kepala daerah. Ini menjadi tugas kunci, agar roda pemerintahan berjalan sesuai koridor.
Terkait pengawasan program kerja kepala daerah, Dhoni menyebut hal itu sedang berlangsung.
“Inspektorat Jateng pada Januari, Februari, Maret ini melakukan audit kinerja atas program prioritas Gubernur Jateng. Karena tahun ini tahun terakhir, kita lihat apakah program kerja itu bisa dilaksanakan dengan baik, saat ini masih berproses. Harapannya bisa memberi masukan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur,” tutur Dhoni.


