Prakiraan Cuaca Semarang dan Jawa Tengah Masih Didominasi Hujan dan Angin
SEMARANG [Berlianmedia]- Prakiraan Cuaca Kota Semarang dan Jawa Tengah, hari ini masih didominasi oleh curah hujan ringan bervariasi dan disertai angin Sabtu (17/1) .
Situasi ini perlu menjadi perhatian serius masyarakat, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Berdasarkan laporan BMKG, Kota Semarang diprakirakan diguyur hujan ringan hampir sepanjang hari. Angin bertiup dominan dari timur menuju tenggara dengan kecepatan sekitar 8–19 km/jam. Suhu udara berkisar 23–27 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban relatif tinggi, yakni 78–92 persen. Kondisi ini berpotensi menyebabkan jalan licin serta genangan di titik-titik tertentu.
Sementara itu, wilayah Pantura Barat Jawa Tengah seperti Brebes, Tegal dan Pemalang diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang disertai petir. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 8–18 km/jam, suhu udara 23–28 derajat Celsius serta kelembaban mencapai 79–96 persen.
Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi sambaran petir dan penurunan jarak pandang.
Di kawasan lereng Merapi dan sekitarnya, meliputi Sleman, Boyolali, Magelang dan Salatiga, cuaca diprakirakan didominasi hujan sedang disertai petir, meski tidak merata. Angin bertiup relatif lemah, 2–6 km/jam, dengan suhu udara 20–28 derajat Celsius dan kelembaban tinggi hingga 98 persen. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko longsor dan banjir bandang, khususnya di daerah perbukitan.
Untuk wilayah Pantura Jawa Tengah bagian timur atau sekitar Gunung Muria, seperti Kudus, Pati, dan Rembang, hujan ringan hingga sedang disertai petir diprakirakan terjadi secara tidak merata. Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan 11–19 km/jam, suhu udara 23–29 derajat Celsius, dan kelembaban 76–97 persen.
Adapun wilayah Jawa Tengah bagian selatan, mencakup Cilacap, Purbalingga, dan Banyumas, diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang disertai petir. Angin bertiup dari barat daya menuju selatan hingga tenggara dengan kecepatan 3–8 km/jam. Suhu udara berada pada kisaran 22–30 derajat Celsius, dengan kelembaban yang dapat mencapai 99 persen.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat diimbau tidak menganggap remeh hujan di musim ini. Pemerintah daerah, relawan kebencanaan dan warga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, mulai dari memastikan saluran drainase tidak tersumbat, menghindari aktivitas berisiko saat hujan lebat, hingga memantau informasi cuaca resmi secara berkala.
Informasi cuaca bisa dijadikan peringatan dini agar keselamatan publik tetap menjadi prioritas bersama.


