Polrestabes Semarang Gelar Koordinasi Dengan Ojol

SEMARANG[Berlianmedia] – Polrestabes Semarang mengumpulkan ratusan driver ojek online (ojol) di Kota Semarang, untuk membahas konsep perlindungan keamanan dan perlindungan hukum, paska kejadian perampokan dan pembunuhan yang menimpa driver taksi online di Jalan Mugas Dalam Raya beberapa hari lalu.

Koordinasi digelar Polrestabes Semarang dengan melibatkan beberapa komunitas ojek online di Kota Semarang, di Mapolrestabes Semarang, Jumat (28/7) siang.

Edukasi dan pengarahan dilakukan langsung oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar.

“Hari ini, kita melaksanakan koordinasi dengan beberapa komunitas ojol, paska peristiwa di Mugas. Kedepan, kita membicarakan bagaimana konsep perlindungan fisik, perlindungan hukum bagi para driver online ini. Merumuskan apa yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat,” ujar Irwan.

Irwan mengatakan saat ini, diharapkan para driver ojol sudah memilik Aplikasi Libas Polrestabes Semarang, untuk memudahkan dalam pelaoran ke Polisi.

Baca Juga:  Polda Jateng Selidiki Dugaan Pelanggaran Pidana Perijinan Pembangunan Industri di Sugihmanik Grobogan

“Sebenarnya kita sudah memiliki Aplikasi Libas yang di dalamnya sudah ada fitur fitur kebutuhan masyarakat. Misal ada tombol Panic Button atau tombol darurat yang jika ada yang butuh bantuan langsung dapat direspon dengan cepat. Karena di setiap wilayah ada petugas yang 24 jam akan merespon,” tutur Irwan.

Dia berharap, kedepan ada kerja sama antara driver ojol, perusahaannya, dan Kepolisian, dalam rangka memberikan perlindungan fisik dan hukum jika dihadapkan dengan masalah.

“Kita rumuskan dulu konsepnya seperti apa. Misal, setiap kendaraan dilengkapi alat khusus. Ada dua tombol, yakni tombol kedaruratan dan tombol untuk GPS di setiap kendaraan yang digunakan untuk bekerja, yang terhubung langsung, baik dengan sesame driver, perusahaan dan kepolisian,” ujar Irwan.

Baca Juga:  Ganjar Kembali Gencar Silaturahmi Dengan Ulama dan Para Santri

Sementara itu, Ketua Komunitas Driver Online Semarang Jalu Pradito menyampaikan apresiasi para driver kepada Polrestabes Semarang yang dengan cepat mengungkap dan menangkap pelaku perampokan dan pembunuhan salah satu driver taksi online.

“Kami driver online Semarang memberikan apresiasi terhadap kinerja Polrestabes Semarang dalam mengungkap kasus perampokan dan pembunuhan yang menimpa rekan kami. Kami harapkan kedepan ada komunikasi yang inten, jadi kita yang ngalong (bekerja malam) dapat merasa aman dan nyaman dalam bekerja,” tuturnya.

Para driver online berharap, konsep yang dirumuskan Kapolrestabes Semarang ini dapat terealisasi.

“Kalau konsep yang di sampaikan Pak Kapolrestabes Semarang tadi, seperti sinyal darurat pada setiap kendaraan yang dapat terhubung langsung ke pihak pihak terkait, kami rasa akan sangat membantu,” ujar Jalu.

Baca Juga:  KPU Kabupaten Semarang Siap Distribusikan Logistik Pemilu 2024

Jalu menambahkan, selama ini, komunitasnya menggunakan kode khusus jika ada salah satu driver online yang mengalami masalah.

“Kalau di komunitas, kita ada kode 007. Itu kode darurat jika ada yang menghadapi masalah di jalan, tanpa harus menceritakan kronologi yang terjadi. Saat tekan 007 itu, rekan rekan driver online yang lain akan segera datang,” tutur Jalu.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!