Polda Jateng Terjunkan Tim Siber Patroli Dunia Maya Saat Pemilu
UNGARAN[Berlianmedia] – Menjelang pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang, tim siber Polda Jawa Tengah lebih giat berpatroli untuk mengantisipasi meningkatnya suhu politik yang berisiko perpecahan. Akun-akun media sosial yang berpotensi provokatif akan diberi peringatan.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan terdapat tiga macam permasalahan saat masa pemilu tindak pidana Pemilu, pelanggaran Pemilu, dan tindak pidana umum. Nantinya akan dibentuk tim penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) yang berkolaborasi bersama pihak yang terkait pemilu seperti KPU dan Bawaslu.
“Jadi permasalahan itu ada tindak pidana Pemilu, pelanggaran Pemilu, tindak pidana umum. Untuk tindak pidana pemilu ada Gakkumdu,” ujar Kapolda di Kabupaten Semarang, Selasa (16/5).
Kapolda menambahkan, potensi provokasi ketika Pemilu yang bersumber pada postingan di media sosial. Maka itu tim siber dari sejumlah satuan di Polda Jateng dan virtual police akan patroli sekaligus mengidentifikasi akun-akun media sosial yang berpotensi menyebarkan provokasi.
Satgas Siber yang dibentuk merupakan gabungan dari Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam), Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).
āPrinsipnya equality before the law,ā tutur Kapolda.
Secara teknis, Kapolda menuturkan, Polisi virtual akan melakukan pemantauan di dunia maya. Jika menemukan akun yang menjurus ke postingan kontraproduktif, seperti ujaran kebencian hingga hoaks, maka untuk langkah awal Polisi virtual akan melakukan peringatan kepada akun tersebut.
āJika tidak ada respons baru dilakukan tindakan kepolisian,ā tegasĀ Kapolda.
Selain lebih banyak mengefektifkan pemantauan dunia maya melalui Satgas Siber, Polda Jateng juga sudah melakukan pelatihan untuk pengamanan VIP Pemilu 2024. Ada 40 personel yang sudah melalui berbagai tahapan antara lain psikologi, tes kesamaptaan jasmani, dan kemampuan menembak.


