Persib Bandung Mempermalukan PSIS Semarang Di Kandangnya Sendiri
PSIS Semarang tidak mampu mematahkan rekor tidak terkalahkan Persib di bawah asuhan Luis Milla. Dalam laga kemarin, Selasa (31/1) di Stadion Jatidiri, Semarang Persib berhasil mengalahkan PSIS dengan skor cukup telak 3-1. Gol Persib dicetak oleh Marc Klok di menit 18, Ciro Alves di menit 36 dan David Da Silva pada menit 80. Sedangkan PSIS sempat memperkecil kekalahan melalui gol yang dicetak oleh Marukawa pada menit 65.
Jalannya Pertandingan
PSIS Semarang memainkan formasi 4-3-3 Defending yang bertransisi menjadi 4-2-1-3 sedangkan Persib dengan formasi 4-2-1-3 bertransisi menjadi 3-4-1-2. Sejak menit awal PSIS Semarang lebih sering menunggu Persib untuk melakukan serangan dengan memainkan low pressing dan skema offside trap sedangkan Persib memainkan sepakbola pragmatis hanya menaruh 4 pemain di wilayah final 3rd PSIS Semarang.
Statistik pertandingan laga kemarin sore untuk possesion ball Persib unggul atas PSIS dengan 53% berbanding 47% sedangkan untuk percobaan tendangan PSIS dengan 10 total tembakan ke gawang dan 4 yang mengarah ke gawang lalu Persib 6 total tembakan dan 3 yang mengarah ke gawang berujung dengan 3 gol yang dilesakkan oleh Persib.
Untuk akurasi operan Persib unggul jauh atas PSIS Semarang dengan tingkat akurasi operan sampai 81% sedangkan PSIS cuma 75%, keunggulan Persib atas PSIS Semarang juga soal intersep atau merebut bola dengan catatan 26 intersep sedangkan PSIS hanya 18 intersep.
Pertandingan sendiri berlangsung dengan tempo sedang diiringi dengan gerimis dalam laga kemarin sore tersebut. Menggebrak sejak menit awal dengan lebih sering memainkan long ball ke barisan flank PSIS Semarang dikarenakan Fujii dan Luthfi lebih bermain kedalam dan bermain sejajar untuk menutup determinasi serangan Persib yang cenderung memainkan bola daerah dan mengcover garis pertahanan tinggi saat melakukan jebakan offside trap.
Minimnya distribusi ke penyerang PSIS Fortes acapkali terjadi, terbukti serangan PSIS melalui Flank kiri Ryan ataupun switch position antara Oktavianus dan Wawan hanya mampu berada di wilayah final 3rd Persib Bandung.
Hingga pada menit 18 gawang PSIS Semarang akhirnya kebobolan. Melalui skema long ball bola diarahkan kepada Ezra yang bermain di flank kiri Persib bola diumpan kepada Klok lalu membawa bola sampai masuk ke final 3rd kemudian memberikan bola daerah kepada David Da Silva yang sudah masuk di dalam kotak pinalti PSIS Semarang.
Dengan memberikan umpan lambung kepada Klok akhirnya mampu dikonversi melalui sundulan dan gol. Proses gol Klok sendiri memperlihatkan bahwa mobilitas Klok untuk lepas dari 2 gelandang bertahan PSIS saat akan memasuki final 3rd dan mengincar titik buta barisan pertahanan PSIS Semarang patut menjadi pelajaran berharga untuk PSIS Semarang.
Klok dibiarkan bebas dan leluasa untuk masuk ke dalam kotak pinalti sedangkan pemain bertahan PSIS lebih fokus pada penjagaan terhadap Ciro. Tanpa ada pressing satupun dari pemain PSIS Semarang hingga Klok mampu berdiri bebas dan mengarahkan bola hasil umpan lambung David Da Silva melalui sundulan kepala ke gawang yang kosong.
Skema dengan offside trap sendiri menjadi bumerang bagi PSIS sepanjang Babak 1. Persib mampu bermain nyaman dengan memainkan bola daerah ataupun through pass ke sektor flank karena kurangnya komunikasi antara garis pertahanan PSIS dan terlambatnya gelandang bertahan PSIS untuk menutup jalur aliran bola dari lini tengah ke lini depan.
Proses gol ke 2 yang dilesakkan Ciro hampir sama skema dengan memainkan bola daerah ke dalam kotak pinalti PSIS. Menunggu PSIS untuk melakukan serangan melalui sektor bek kanan memang sengaja dilakukan Persib saat melakukan fast break jika serangan PSIS akan terhenti.
Ezra yang kali ini berada di sisi sayap kanan pertahanan PSIS karena pergerakan Fredian Wahyu yang sudah maju untuk membantu serangan dimanfaatkan oleh Ezra untuk menarik Wahyu Prasetyo keluar dari garis pertahanan.
Memberikan umpan kepada David Da Silva tanpa marking ketat dari pemain bertahan PSIS hingga mampu memberikan bola daerah di kotak pinalti Ciro yang berada di titik buta lini pertahanan PSIS mampu mengkonversi bola hasil umpan tersebut menjadi gol.
Di babak 1 PSIS yang melakukan serangan melalui sektor kanan melalui Fredian Wahyu acapkali dijadikan opsi serangan fast break yang dilakukan oleh Persib melalui sektor kanan pertahanan PSIS. Sedangkan sektor flank kiri yang ditempati Ryan justru terkadang tidak bisa bergerak leluasa karena faktor tidak ada pemain yang membantu pergerakan Ryan saat membawa bola.
Wawan dan Oktavianus lebih sering berganti posisi di sektor kanan lini serangan, tanpa ada pemain yang bertugas membagi bola sering terlihat skema serangan PSIS terbuang sia sia di wilayah final 3rd Persib. Sedangkan di sektor flank kiri Ryan lebih bermain sendiri tanpa ada support dikarenakan Taufik lebih sering berada di pertahanan dan pergerakan Wawan ataupun Oktavianus yang lebih sering menjemput bola dikarenakan Fujii dan Luthfi hanya berada di posisi setengah garis lapangan pertandingan.
Babak ke 2 sendiri dengan masuknya Marukawa dan Vitinho cukup membuat serangan PSIS lebih bervariatif ditambah Fujii lebih didorong untuk masuk ke final 3rd wilayah Persib cukup membuat jalannya pertandingan berubah daripada babak 1.
Bahkan pergerakan VItinho mampu merepotkan sisi kiri pertahanan Persib melalui determinasi dan dribblenya dan ruang gerak Marukawa untuk masuk kedalam kotak pinalti Persib cukup membuat barisan Persib kerepotan.
Naiknya pergerakan Fujii hingga luar kotak pinalti sebenarnya cukup membuat skema yang dimainkan PSIS agak berbeda dari babak 1, tidak memainkan offside trap lagi justru PSIS berani bermain dengan pressing yang sangat tinggi membuat Persib sempat keteteran untuk terlepas dari tekanan yang diberikan oleh PSIS.
Pada menit 65 pergerakan Vitinho di sektor flank kanan saat masuk kedalam kotak pinalti dengan memberikan umpan membuat lini pertahanan Persib cukup panic, bahkan saat umpan tersebut gagal bola kembali direbut oleh Fortes untuk diberikan kembali ke Vitinho.
Melalui assist sundulan kepala Vitinho bola tersebut mampu dikonversi menjadi gol oleh Marukawa. Pemain asing asal Jepang tersebut sebenarnya juga mempunyai dua peluang yang mampu dikonversi menjadi gol.
Tetapi 2 peluang tersebut tidak mampu dimaksimalkan oleh Marukawa yang lebih dominan bermain individu setelah mencetak gol untuk PSIS Semarang. Marukawa lebih cenderung bermain one man show pada laga sore kemarin. Bahkan saat berada posisi satu lawan satu dengan kiper Marukawa lebih cenderung kurang cepat dalam mengambil keputusan disaat PSIS sudah tertinggal 1 gol dari Persib.
Keasyikan menyerang akhirnya kembali menjadi bumerang untuk PSIS Semarang. Diawali fast break cepat kembali di sisi kanan pertahanan PSIS, Fredyan yang akan membantu serangan bola justru susah dikontrol, intersep dari Rezaldi sampai bisa merangsek di sektor sayap kiri kemudian memberikan umpan kepada David Da Silva.
Dan kembali lini pertahanan PSIS kecolongan oleh David Da Silva yang mengincar titik buta garis pertahanan PSIS ditambah crossing dari Rezaldi memang cukup matang untuk dikonversi menjadi gol. 3-1 untuk Persib sampai pertandingan selesai.
Dengan kemenangan atas PSIS Semarang, Persib menambah rekor menjadi 13 pertandingan tak terkalahkan dibawah asuhan Luis Milla dan menjadi urutan pertama tim yang mempunyai poin tertinggi saat melakoni laga away dengan 21 poin
Untuk sementara dengan kemenangan ini juga menempatkan Persib kembali di posisi 1 klasemen BRI Liga 1 2022/2023. Sedangkan untuk PSIS Semarang dengan kekalahan ini mengantarkan PSIS di urutan 9 klasemen BRI Liga 1 2022/2023.


