Perpaduan Seni Tradisi dan Ekonomi Kerakyatan di RANGKUL FESTIVAL 2025
SEMARANG [Berlianmedia] – Denyut kebudayaan dan geliat ekonomi kerakyatan akan berpadu dalam RANGKUL FESTIVAL 2025 yang digelar pada Sabtu, 18 Oktober 2025 di Lapangan Sepak Bola Ngaliyan, Kota Semarang. Agenda budaya tahunan ini menjadi bagian dari Harlah ke-5 UMKM RANGKUL, komunitas pemberdayaan pelaku usaha mikro yang berlandaskan kolaborasi dan gotong royong.
Mengangkat tema “Merajut Kebersamaan, Mengangkat Budaya”, festival ini secara khusus menghadirkan pertunjukan Jaran Kepang “Kala Cakra padepokan Brajamusti” dari Padepokan Brajamusti Nusantara, yang ditampilkan oleh Group Satrio Mudo Tambangan. Seni tradisi bernuansa magis ini akan disajikan dengan koreografi dinamis, alunan gamelan penuh hentakan, serta narasi budaya Jawa yang sarat filosofi. Pertunjukan akan berlangsung dalam dua sesi, yakni pukul 15.00 – 17.30 WIB dan 18.30 – 22.00 WIB, dan terbuka gratis untuk masyarakat umum.
Selain pertunjukan seni budaya, festival ini juga menjadi ruang penguatan ekonomi rakyat. Lebih dari 100 pelaku UMKM turut meramaikan acara dengan menghadirkan produk unggulan seperti kuliner nusantara, kriya kreatif, kerajinan tangan, fashion, herbal, mainan edukatif, hingga aneka kebutuhan keluarga. Festival ini diharapkan mampu menjadi sarana pemasaran langsung, memperluas jaringan usaha, serta membangkitkan perekonomian lokal melalui aktivitas wisata belanja rakyat.
Mbah Mul selaku Perwakilan Panitia RANGKUL FESTIVAL 2025, mengajak masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi.
“Kami mengundang seluruh warga Semarang dan sekitarnya untuk datang. Ini festival rakyat gratis, terbuka untuk umum, dan penuh hiburan berkualitas. Mari dukung UMKM lokal dan lestarikan budaya kita lewat karya bersama,” katanya.
Gelaran ini didukung oleh masyarakat Ngaliyan, tokoh warga, pemerintah setempat, komunitas seni, hingga relawan. Panitia memastikan festival berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.








