Pengukuhan Bunda PAUD Tingkat Kecamatan dan Desa Kabupaten Kudus

KUDUS [Berlianmedia]— Pengukuhan serentak Bunda PAUD tingkat kecamatan dan desa/kelurahan se-Kabupaten Kudus, dilangsungkan di Pendapa Kabupaten Kudus pada Rabu (4/6).

Kegiatan ini, merupakan tindak lanjut dari pengukuhan Bunda PAUD se-Jawa Tengah di tingkat kabupaten/kota.

Bunda PAUD Kabupaten Kudus, Ny. Endhah Endhayani Sam’ani Intakoris menyampaikan, bahwa keberadaan Bunda PAUD di semua level, dari kabupaten hingga desa, diharapkan mampu memperkuat sinergi demi memajukan pendidikan anak usia dini di Kudus.

“Dengan adanya kami, Bunda PAUD dari kabupaten, kecamatan, dan desa, harapannya bisa bareng-bareng memajukan dunia pendidikan, terutama untuk anak-anak usia dini,” ungkapnya.

Dalam penjelasannya Endhah menegaskan, bahwa pendidikan anak usia dini tidak boleh dibebani target muluk, apalagi soal baca tulis. Ia menyoroti bahwa anak-anak PAUD masih berada dalam fase bermain, bukan dalam tekanan akademik.

Baca Juga:  Serunya Lomba Masak Pejabat, Ada Kare Ayam WTP Hingga Kun Gerit

“Anak-anak PAUD itu belum wajib bisa baca tulis. Pendidikan di usia dini itu masuknya lewat cara berpikir anak-anak. Jadi edukasinya kita selipkan lewat bermain,” jelasnya.

Menurutnya, prinsip utama dalam pendidikan PAUD adalah memberikan ruang bermain edukatif. Anak-anak diberi kesempatan untuk mengenal huruf, bentuk, warna, dan interaksi sosial melalui aktivitas bermain yang terstruktur dan menyenangkan.

“Contohnya permainan dengan huruf-huruf, atau permainan yang mengandung unsur belajar secara halus. Step by step kita arahkan,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengungkapkan, bahwa program Bunda PAUD Kabupaten Kudus akan berjalan secara bertahap, dimulai dari jenjang usia paling dini. Mereka mengutamakan program untuk pra-sekolah terlebih dahulu, lalu dilanjutkan ke usia yang lebih tinggi.

“Kita realisasikan program pemerintah yang baru itu secara bertahap. Dimulai dari yang usia dini dulu, habis itu pelan-pelan ke jenjang selanjutnya,” kata Endhah.

Baca Juga:  Peserta Rakernas JKPI Sholat Jum'at di Masjid Baiturrahman Semarang

Di sisi lain, ia juga menyinggung tentang pentingnya APE (Alat Permainan Edukatif) dalam proses pembelajaran di TK dan PAUD. APE dinilai sebagai media penting untuk membantu anak belajar secara menyenangkan dan efektif.

“APE sudah ada untuk TK dan PAUD. Itu bisa kita manfaatkan sesuai karakter anak, agar lebih sinkron dengan pendekatan bahasa Indonesia dan konteks lokal,” jelasnya.

Bunda PAUD Kudus juga menegaskan, komitmennya terhadap pemerataan akses pendidikan. Ia menyampaikan, bahwa pendidikan anak usia dini tidak membedakan antara anak dari keluarga mampu dan kurang mampu.

“Edukasi tidak memandang mampu atau tidak. Di desa-desa ada sekolah yang tidak memungut biaya. Orang tua tinggal memilih sesuai kemampuan ekonomi,” katanya.

Ia menyayangkan masih adanya anggapan bahwa masuk sekolah harus dibarengi dengan les tambahan atau kemampuan baca tulis sejak dini. Padahal, menurutnya, pendekatan itu justru bisa membebani anak.

Baca Juga:  Launching 1.000 Titik Sumur Resapan, Wujud Komitmen Wali Kota Semarang Kurangi Risiko Banjir

“Masih ada orang tua yang menganggap anak masuk SD harus sudah bisa baca tulis dan les ini itu. Padahal dari pemerintah, untuk anak usia dini tidak boleh dipaksa seperti itu,” jelas Endah.

Dengan pengukuhan Bunda PAUD hingga tingkat desa, Kabupaten Kudus menegaskan keseriusannya dalam membina dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.

Melalui pendekatan yang ramah anak dan tidak memaksakan capaian akademik terlalu dini, Kudus ingin menyiapkan generasi masa depan dengan fondasi yang kuat dan menyenangkan.

“Kami ingin semua anak di Kudus, dari manapun latar belakangnya, bisa menikmati pendidikan yang layak dan menyenangkan sejak dini,” tandasnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!