Pemprov Jateng Salurkan Bantuan 15 Ton Beras dan 7.500 Mie Mocaf

SRAGEN[Berlianmedia] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan pangan berupa 15 ton beras dan 7.500 mie mocaf, kepada warga Kabupaten Sragen. Bantuan secara simbolis diserahkan Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana, di Balai Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten, Kamis (4/1).

Dari jumlah bantuan itu, sebanyak 10 ton beras dan 5.000 pak mie mocaf dibagikan untuk 1.000  KK warga Desa Katelan Kecamatan Tangen. Sedangkan 5 ton beras dan 2.500 pak mie mocaf untuk 500 KK warga Desa Sambi Dhuwur, Kecamatan Tanon. Setiap KK mendapatkan 10 kilogram beras dan 5 pak mie mocaf.

Nana mengatakan bantuan pangan diberikan untuk membantu keluarga miskin. Bantuan diberikan kepada warga di dua lokasi tersebut, karena angka kemiskinannya masih cukup tinggi.

Baca Juga:  Timnas Indonesia U-20 Bersama Uzbekistan, Irak dan Suriah di Grup A

“Jadi kegiatan ini kita peruntukkan bagi masyarakat yang memang membutuhkan. Karena mereka termasuk masyarakat miskin,” ujar Nana.

Dalam pemberian bantuan itu, lanjutnya, Pemprov Jateng memberikan bahan pangan berupa mie mocaf dari singkong, untuk mengenalkan pangan lokal, sehingga, masyarakat tidak hanya tergantung dengan beras, dan mi dari terigu yang bahan bakunya harus diimpor.

“Jadi mie mocaf buatan Karanganyar ini, sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Dia menambahkan, pemberian bantuan pangan itu merupakan bentuk kepedulian Pemprov Jateng kepada masyarakat kurang mampu. Kegiatan tersebut akan dilakukan di seluruh wilayah Jateng, dengan kantong kemiskinan tinggi.

Penerima bantuan dari Desa Katelan, Muniroh mengaku bersyukur mendapat bantuan pangan dari pemprov. Menurutnya, bantuan yang diterima tersebut bisa mengurangi beban pengeluaran keluarga. Apalagi, suaminya hanya bekerja sebagai buruh tani, yang penghasilannya tidak menentu.

Baca Juga:  DPKS Dukung Harapan Guru PPPK Ditugaskan Di Sekolah Asal

“Alhamdulillah senang sekali. Suami kerja (buruh) tani. Per bulan penghasilannya tidak pasti. Apalagi saat musim kemarau kemarin tidak panen,” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!