Pemprov Jateng Gencar Operasi Pasar, Turunkan Harga Cabai

SEMARANG[Berlianmedia] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah gencar melakukan operasi pasar dalam sepekan terakhir, menyusul kenaikan harga cabai di pasar.

Hasilnya, harga cabai yang sempat melambung berangsur menurun.

Operasi pasar yang dilakukan oleh Pemprov Jateng dengan program BUMD Peduli Inflasi itu digelar di Pasar Karangayu, Pasar Gayamsari dan Pasar Pedurungan Kota Semarang.

Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana memantau langsung pelaksanaan operasi pasar di Pasar Karangayu, Kota Semarang pada Jumat (15/12).

Dia bertanya kepada sejumlah pedagang pasar mengenai harga bahan pokok. Nana melihat antusiasme masyarakat yang tengah mengantre membeli cabai.

“Sudah satu minggu ini kami melakukan operasi pasar, dengan melakukan penjualan, khususnya cabai, baik cabai merah keriting maupun cabai rawit merah,” ujar Nana.

Baca Juga:  ITDRI Jalin Kemitraan Dengan MIT-ILP Internasional

Menurutnya, operasi pasar yang akhir-akhir ini gencar dilakukan, memberikan dampak pada penurunan harga cabai di pasar.

Dia menyebutkan, harga cabai rawit merah yang sempat menyentuh harga Rp80.00p– Rp90.000/ kg, saat ini turun di harga Rp62.000. Sementara untuk jenis cabai merah keriting, saat ini harganya Rp54.000/ kg.

Operasi pasar itu rencananya juga akan dilakukan di kabupaten/kota lain di Jawa Tengah. Sebab, kegiatan tersebut dinilai mampu mempengaruhi harga dan keterjangkauan masyarakat untuk membeli harga-harga komoditas yang diperlukan.

Karena cabai seringkali menjadi penyebab naiknya inflasi, tutur Nana, Pemprov Jateng melalui BUMD PT Jawa Tengah Agro Berdikari sedang  menyiapkan green house seluas satu hektar untuk tanaman cabai.

Selain itu, Dinas Pertanian juga menyiapkan lahan seluas 4,5 hektar untuk penanaman cabai. Dalam satu hektar,  diperkirakan akan menghasilkan satu ton cabai.

Baca Juga:  Hadapi Borneo FC, Laskar Mahesa Jenar Tanpa Skuad Komplit

“Insya Allah bisa membantu kebutuhan masyarakat dan sebagai upaya menstabilkan harga,” tutur Nana.

Salah seorang warga Puspogiwang, Kota Semarang, Lastri menyambut positif kegiatan operasi pasar tersebut.  Apalagi dia berjualan gado-gado yang setiap hari membutuhkan cabai.

“Kemarin saya beli setengah kilogram cabai rawit merah Rp40.000– Rp41.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp33.000 per kilogram,” ujarrnya.

Mahalnya harga cabai belakangan ini, tutur Lastri, membuat labanya berkurang. Tak pelak, dia menyambut positif operasi pasar yang diselenggarakan pemerintah.

Perempuan berusia 60 tahun itu juga mengusulkan agar pemerintah melakukan operasi pasar untuk komoditas pangan yang lain.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!