Pelajar SMA 4 Semarang Tanam Mangrove di Pulau Tirang, Dukung Program “Mageri Segoro”
SEMARANG[Berlianmedia] – Dalam upaya mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah “Mageri Segoro” atau menjaga laut, SMA Negeri 4 Semarang berpartisipasi dalam kegiatan penanaman mangrove yang berlangsung di Pulau Tirang, Desa Tapak, Kota Semarang, Rabu (8/10).
Kegiatan bertema “Pelajar Bakti Bumi, Ayo Mageri Segoro” ini diikuti oleh 28 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB se- Kota Semarang. Dalam kegiatan tersebut, SMA Negeri 4 Semarang berkolaborasi dengan SMA Negeri 8 Semarang dengan mengirimkan empat siswanya kelas XI-7 masing masing Josandy Rahardian, Ramadhan SA, Nabila Rakha dan Satrio Abilawa satu guru pendamping Diah Ika Rusmawati,S.Pd serta Kepala Sekolah, Wiwin Sri Winarni,SS.
Selain penanaman mangrove, para peserta juga mengikuti kegiatan edukasi ekonomi pesisir, bersih-bersih pantai, serta sosialisasi pentingnya menjaga ekosistem pesisir bagi keberlanjutan lingkungan.

Kepala SMA Negeri 4 Semarang, Wiwin Sri Winarni, S.S., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian pelajar terhadap lingkungan sekaligus pembelajaran kontekstual di luar kelas.
“Kami ingin menanamkan kesadaran kepada peserta didik bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar langsung tentang ekosistem pesisir dan pentingnya peran mangrove,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Cabang Dinas Wilayah 1 Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Kustrisaptono,S.Si.,M.Pd mengapresiasi partisipasi aktif sekolah-sekolah dalam program ini. Ia menilai, pelibatan pelajar dalam kegiatan lingkungan hidup merupakan investasi jangka panjang untuk membangun karakter generasi muda yang peduli dan berdaya lingkungan.
“Gerakan Mageri Segoro tidak hanya tentang menanam mangrove, tetapi juga menanam nilai kepedulian terhadap alam dan masyarakat pesisir,” tegasnya.
Salah satu peserta kegiatan, Ramadhan Setiamurti Atmaja siswa kelas XI-7 SMA Negeri 4 Semarang, mengaku senang bisa ikut berpartisipasi langsung dalam kegiatan penanaman mangrove.
“Seru banget! Kami bisa belajar langsung bagaimana mangrove melindungi pantai dari abrasi. Kegiatan ini juga bikin kami sadar bahwa menjaga alam bisa dimulai dari hal kecil seperti ini,” katanya dengan antusias.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mampu menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga harmoni antara manusia dan alam.


