MUI Jateng Terbitkan Buku Saku Pemilu Damai

JAKARTA[Berlianmedia] – Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menerbitkan buku saku pemilu damai, buku tersebut merupakan hasil dari rumusan halaqah tentang Pemilu Damai yang diselenggarakan MUI  Jateng bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol) Jateng sebanyak enam kali.

Ketua umum MUI Jateng KH Dr Ahmad Darodji MSi mengatakan buku saku ini diberi judul “Pemilu Damai 2024, Pemilu Adalah Pesta Bukan Petaka’’. Sebelum disebarluaskan buku saku ini dibedah dalam dalam forum Dialog dan Tukar Fikir Pimpinan MUI Jateng di Hotel Siliwangi Semarang, Rabu (29/11) lalu

“Selanjutnya kami bagikan kepada para Ketua Umum MUI provinsi se-Indonesia dan pengurus MUI Pusat disela-sela Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia di Bidadari Convention Center Hotel Mercure Ancol Jakarta, Sabtu (2/12/2023),” ujar kiai Darodji di Jakarta, Sabtu (2/12).

Baca Juga:  Seniman dan Difabel Meriahkan HUT Marifood

Menurutnya, MUI Pusat, melalui Sekjen Amirsyah Tambunan memberikan dukungan agar buku saku ini bisa disebar luaskan kepada umat Islam dan para penyelenggara pemilu sebagai pegangan dan rujukan agar tetap mengelola pemilu dengan damai dan adil.

Karena, lanjutnya, dengan damai dan adil, hasil pemilu akan diterima oleh seluruh peserta pemilu dan masyarakat pada umumnya. Diharapkan buku pintar ini bermanfaat sebagai pegangan dan diimplementasikan dalam Pemilu 2024 nanti.

Dia menambahkan, Pemilu adalah pesta, artinya pemilu sebagai ajang pelaksanaan demokrasi yang transparan. Pemilu damai artinya menghargai perbedaan pilihan. Sudah menjadi pengalaman bagi bangsa ini, bahwa dalam pemilu pasti ada beda pilihan tetapi tetap bersatu sebagai bagian dari satu bangsa dan satu negara Indonesia.

Baca Juga:  18 Tokoh Jateng Terima Penghargaan HPN Award 2025, Pj Gubernur Nana Dorong Terus Inovasi dan Kreasi

Sekretaris MUI Jateng Prof Dr KH Imam Yahya MA menuturkan, isu Pemilu damai juga menhadi pembahasan internal MUI Pusat sebagai bagian dari perannya sebagai khadimul ummat dan shadiqul Hukumah.

Isu lain yang menjadi pembahasan dalam Mukernas, lanjutnya, adalah isu menggelorakan bantuan kemanusiaan bagi saudara saudara muslim di Palestia yang hingga kini masih mengalami tragedi kemanusiaan. Disamping itu juga tentang keseriusan penegakan hukum yang sedang carut marut di Indonesia.

“Kasus pimpinan KPK yang menjadi tersangka kasus pemerasan, Ketua MK yang tersangkut skandal keputusan MK yang kontrioversial, merupakan ingar-bingar penegakan hukum menjelang Pemilu 2024,” tuturnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!