Mubes Permadani Berlangsung di Gedung Dewa Ruci, Ketua Umum Tegaskan Seluruh Proses Dipersiapkan Secara Matang

SEMARANG [Berlianmedia]— Musyawarah Besar Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) resmi diselenggarakan di Gedung Dewa Ruci, Semarang, setelah terjadi perubahan lokasi secara mendadak menjelang pelaksanaan.

Ketua Umum Permadani, Kanjeng Raden Aryo (KRA) Dr. Suyitno Yogisworonagoro, MPd menegaskan, bahwa seluruh rangkaian persiapan telah dilakukan dengan cermat, meskipun situasi teknis menuntut langkah cepat dan penyesuaian.

“Mubes ini telah direncanakan dan diperhitungkan secara matang. Kegiatan Permadani pada November hingga Desember berjalan sangat padat, hampir setiap pekan kami melaksanakan wisuda di berbagai daerah.” ujar Raden Suyitno di sela-sela Mubes, Minggu (23/11).

Semula, lanjut Raden Suyitno, Mubes akan dilaksanakan pada tanggal 30 November 2025, sebab berbenturan dengan wisuda Kabupaten Klaten, yang dijadwalkan pada 23 November. Namun setelah mengajukan peminjaman gedung kepada pihak Wisma Perdamaian, panitia mendapatkan rekomendasi agar Mubes digelar pada tanggal 23 November, karena ketersediaan gedung.

Baca Juga:  Tarik Wisatawan, Pengelola Desa Wisata Diminta Gelar Kesenian dan Budaya

Kesepakatan kemudian dicapai dengan Kabupaten Klaten, bahwa tanggal 23 November 2025 digunakan untuk Mubes dan 30 November untuk wisuda.

Digunakan Gubernur Jawa Tengah

Perubahan mendadak terjadi ketika pihak Wisma Perdamaian menyampaikan, bahwa gedung akan dipakai untuk kegiatan Gubernur. Kondisi tersebut memaksa panitia bergerak cepat, mencari lokasi alternatif.

Perwakilan DPD Blitar Raya ikut hadir dalam Mubes Permadani di Gedung Dewa Ruci Kampus AMNI, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Semarang, Minggu (23/11). Foto : Absa

“Kami langsung melakukan pencarian lokasi lain, termasuk Lobi ke Gedung Siliwangi. Berkat bantuan para sesepuh Permadani seperti Bapak Yanto dan Bapak Edi Suprapto, akhirnya kami dapat menggunakan Gedung Dewa Ruci, meskipun sehari sebelumnya gedung tersebut masih digunakan untuk kegiatan wisuda,” ungkapnya.

Pemilihan Ketua Umum Berjalan Demokratis

Terkait pemilihan Ketua Umum periode selanjutnya, Raden Suyitno menegaskan, bahwa Permadani menerapkan mekanisme demokratis dan terbuka. Namun hingga saat ini, belum ada kandidat resmi yang menyampaikan kesediaan.

Baca Juga:  Satu Warga Jateng Terdeteksi Kena Cacar Monyet, Masyarakat Diminta Tak Panik

“Saya telah demisioner. Siapa calon ketua umum berikutnya, saya belum mengetahui. Saya telah membuka kesempatan bagi pengurus aktif DPP yang berkomitmen. Namun karena Permadhani merupakan organisasi nonpolitik dan nirlaba, para pengurus bekerja tanpa imbalan, sehingga calon biasanya berasal dari pengurus aktif di Semarang,” terangnya.

Peserta dari Berbagai DPD dan DPW

Setiap Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diminta mengirimkan lima perwakilan. Di provinsi ini terdapat 24 DPD, mulai dari Banyumas hingga Brebes.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari 8 DPD aktif Jawa Timur, meliputi Trenggalek, Tulungagung, Kediri, Blitar Raya, Tuban, Lamongan, Ngawi dan Nganjuk.

Sementara itu, pada tingkat wilayah, terdapat 2 DPW yang berpartisipasi, sebab DPW Jambi dan Bengkulu tidak dapat hadir dalam Mubes tahun ini.

Baca Juga:  Ganjar Kontak PT Pelni, Minta Kapal Jemput Wisawatan Terjebak di Karimunjawa

Dikatakan pula, bahwa Mubes Permadani tidak hanya menjadi forum evaluasi dan pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat komitmen organisasi terhadap pengembangan budaya nasional dan pendidikan masyarakat.

“Permadhani merupakan organisasi nonpolitik dan nirlaba yang berdiri atas semangat pengabdian. Kami berharap Mubes ini mampu menetapkan arah organisasi secara lebih kokoh dan memberikan manfaat yang semakin luas,” tutup Raden Suyitno.

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!