Misi Balas Dendam Liverpool di Anfield

Liga Champion fase grup telah memasuki pertandingan terakhir di grup. Beberapa pertandingan dipastikan seru karena masih ada tim yang belum lolos ke babak knock out. Bahkan 2 pertandingan di salah satu grup liga champion harus ditentukan sampai akhir pertandingan untuk memutuskan siapa yang juara grup dan runner-up.

Salah satu pertandingan yang bakalan seru dan tersaji rabu dinihari pukul 02.00 wib adalah Liverpool menjamu Napoli di Stadion Anfield, Inggris.

Misi balas dendam yang diusung anak asuh Jurgen Klopp akan tersaji dalam pertandingan big match ini, pada pertemuan pertama di kandang Napoli, Stadion Diego Armando Maradona Liverpool dibantai dengan skor cukup telak yaitu 4-1.

Sebenarnya pertandingan ini sudah aman bagi kedua tim, karena kedua tim sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar.

Meski sudah aman, kedua kesebelasan tampaknya bakal tetap berupaya untuk mengakhiri laga dengan hasil bagus. Pelatih Liverpool Juergen Klopp menyatakan bahwa dia dan timnya tak mau main-main melawan Napoli meski sudah aman.

Juru taktik asal Jerman itu tetap akan menurunkan komposisi pemain terbaiknya walau skuad sedang bermasalah dengan cedera.

“Jika Anda menonton sepak bola, Anda akan tahu bahwa Napoli dalam kondisi yang luar biasa,” kata Klopp dalam jumpa pers jelang laga Liverpool vs Napoli, dikutip dari laman resmi UEFA, Senin (31/10/2022).

“Napoli mungkin tim yang sedang dalam performa terbaik di Eropa saat ini. Jelas, ini bukan pertandingan yang pas untuk melakukan rotasi besar-besaran,” imbuh Klopp.

Baca Juga:  Mahfud MD Bakal Telusuri Kasus Pembunuhan ASN Pemkot Semarang Iwan Boedi

“Saya akan memberikan semua yang saya miliki untuk laga ini dan saya siap menhadapi Napoli,” Klopp menambahkan.

Meski saat ini duduk di tangga nomor dua, Liverpool bisa saja lolos ke babak 16 besar dengan status juara Grup A. Syaratnya, Liverpool wajib menang dengan margin empat gol atau lebih melawan Il Partenopei (Julukan Napoli).

The Reds (Julukan Liverpool) sendiri saat ini menjadi tim pesakitan di Liga Inggris, menempati peringkat klasemen 9 Liga Inggris dan dalam pertandingan terakhir di kandang sendiri harus kalah dari Leeds United dengan skor 2-1.

Tren buruk Liverpool di Liga berbanding terbalik dengan Napoli. ”Il Partenopei”, julukan Napoli, berada dalam tren mengagumkan. Mereka selalu menang dalam 13 laga terakhirnya di berbagai ajang. Dan saat ini menempati peringkat 1 klasemen Liga Italia tanpa menerima kekalahan.

Tren positif Napoli di Liga Italia pun menular di LIga Champion saat ini Napoli menduduki peringkat 1 klasemen dengan menyapu bersih 5 kemenangan dari 5 pertandingan. Tentu ini juga menjadi motivasi untuk Liverpool memberikan kekalahan pertama untuk Napoli.

Sejak dilatih Luciano Spalleti Juli 2021 Napoli disulap menjadi tim yang menakutkan bagi tim lawan dengan memainkan formasi 4-3-3 attacking.

Kombinasi lini depan yang selaras antara Hirving Lozano di sisi sayap kanan lalu Khvicha Kvaratskhelia di sisi sayap kiri dengan target man Victor Osimhen menjadi trio yang cukup produktif sampai saat ini.

Baca Juga:  USM Siap Menjadi Tuan Rumah Pomnas dan Peksimida

Ditambah dari bangku cadangan Giovanni Simeone dan Giacomo Raspadori juga patut diperhitungkan saat mengisi slot lini depan saat berjumpa dengan Liverpool FC.

Lini tengah Napoli sendiri patut diperhitungkan juga oleh The Reds, kemampuan Frank Anguissa berduet dengan Piotr Zielinski layak diwaspadai terutama pergerakan Anguissa yang tiba-tiba naik membantu serangan dan Zielinski yang cukup pintar melihat halfspace kosong di lini pertahanan lawan.

Sedangkan Kvaratskelia di sisi kiri lini serang adalah pemain yang patut benar-benar diwaspadai kemampuan pemain berusia 21 tahun ini sudah menjadi buah bibir pencinta sepakbola di Dunia, dengan semua kemampuan yang hampir komplit dari segi dribbling, akselerasi maupun kecepatan tentunya akan seru saat berhadapan dengan Trent Alexander Arnold bek kanan Liverpool.

Untuk Lini pertahanan sendiri kombinasi antara Juan Jesus dan pemain Korea Selatan Kim min-jae sangat kokoh dan cukup taktis dalam menghalau serangan lawan. Untuk sampai saat ini Kim min-jae mampu menjadi pengganti sosok Koulibaly mantan bek Napoli yang sekarang bermain di Chelsea.

The Reds sendiri pastinya tetap akan mengusung formasi yang sama yaitu memainkan 4-4-2 Diamond dengan menempatkan Darwin Nunez dan Mohammed Salah menjadi 2 striker ditopang Roberto Firmino bermain dibelakang mereka.

Untuk lini tengah tentu The Reds berharap dengan Thiago untuk menciptakan key pass atau determinasi pergerakan Harvey Elliot, dengan dibantu pergerakan kedua bek sayap mereka Trent Alexander Arnold dan Andy Robertson.

Lini belakang Liverpool harus bermain lebih disiplin dan taktis, kecolongan di menit akhir ataupun melakukan blunder saat memainkan bola di final 3rd pertahanan harus segera diperbaiki.

Baca Juga:  Pembangunan Rumah Makan di Jalan Sultan Agung Banyak Pelanggaran, LAI Jateng Adukan ke Wali Kota Semarang

Pertandingan dinihari nanti juga terdapat ada beberapa catatan tersendiri. Yang pertama adalah striker Liverpool Mohammed Sallah sedang di jalan menuju rekor untuk menjadi pemain Afrika tersubur di Liga Champions. Sallah hanya terpisah jarak 2 gol dari Didier Drogba.

Menurut laporan Goal Internasional, Drogba sampai sejauh ini adalah pemain Afrika dengan gol terbanyak di ajang Liga Champions (44 gol). Sementara itu, Mo Salah telah mencetak 42 gol di Liga Champions dan menduduki peringkat kedua di bawah Drogba.

Kemudian yang kedua bek kanan Liverpool Trent Alexander-Arnold juga ingin mencatatkan namanya  menjadi pemain termuda dalam sejarah Liverpool yang mengecap 50 penampilan di Liga Champions (24 tahun dan 25 hari).

Menurut laporan Goal Internasional Alexander-Arnold sampai sejauh ini telah mengemas 49 penampilan bersama Liverpool di Liga Champions.

Oleh karena itu, jika bermain saat melawan Napoli, Alexander-Arnold akan mengecap 50 penampilan di Liga Champions dan menjadi pemain termuda dalam sejarah Liverpool yang meraih pencapaian tersebut.

Menarik ditunggu pertandingan dinihari nanti, selain misi balas dendam dan berusaha memenangkan pertandingan untuk sebuah gengsi, Liverpool tentunya ingin memperbaiki rekor saat berjumpa Napoli, dalam 5 pertemuan terakhir kedua tim, Liverpool hanya mampu memenangkan 1 kali sedangkan Napoli sudah meraih 3 kali kemenangan dan sisanya seri.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!