Meriahkan HUT Kota Semarang, Kota Lama Dibanjiri Masyarakat Bersarung

SEMARANG[Berlianmedia] –  Pemkot Semarang menggelar Parade Semarak sebagai rangkaian acara JUT Kota Semarang ke-476 di Kota Lama, Jumat (5/5).

Acara Parade Semarak HUT Kota Semarang ke-476 ini dimeriahkan dengan pertunjukan pawai bertajuk, “Sarungku, Gayaku”.

Oleh karena itu, dalam rangakaian HUR Kota Semarang ke-476 ini, Kota Lama dibanjiri masyarakat yang bersarung.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan tema Sarungku Gayaku memang sengaja diangkat untuk mengangkat UMKM lokal.

“Ini merupakan salah satu upaya Pemkot Semarang menggerakan UMKM. Nantinya ada berbagai acara seperti fashion show dan atraksi lainnya,” ujar Ita panggilan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu itu.

Ita menambahkan, dari semua yang bersarung ini ada 16 kelompok dan 1 kelompoknya terdapat seribu orang.

Menurutnya, jika dia selalu mekankan kepada jajarannya agar dalam membuat acara jangan hanya euforia saja.

Baca Juga:  Tim PkM USM Beri Pendampingan Teknis Perbaikan Irigasi Tersier di Desa Jepang

Melainkan lebih dari itu, Ita ingin dalam suatu acara Pemkot juga melibatkan UMKM dan kearifan lokal.

“Tidak hanya euforia saja tapi juga mendukung dan memaksimalkan UMKM dan kearifan lokal. Memaksimalkan kegiatan ini agar bisa mendongkrak pariwisata,” tuturnya.

Khusus mengenai sarung, acara ini juga salah satu upaya dari Pemerintah Kota Semarang untuk mendukung budidaya sarung di Indonesia.

Hal itu mengingat pada 3 Maret sudah ditetapkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo sebagai Hari Batik Nasional.

“Pada 3 Maret adalah hari Sarung Nasional yang sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Kami juga berupaya memperkenalkansarung agar lebih merambah berbagai kalangan,” ujarnya.

Ita berharap kegiatan budaya seperti ini bisa terus berjalan dan jadi salah satu trademark Kota Semarang.

“Semoga ini terus berlanjut dan jadi. Salah satu kegiatan agenda budaya diKota Semarang,” tuturnya.

Baca Juga:  Pembalap Fadillah Arbi Siap Juarai JuniorGP 2023

Semenetara itu, Sekda Provinsi Jateng Sumarno yang hadir mewakili Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menuturkan, jika sarung adalah salah satu pakain lokal yang mengakar kuat.

“Sarung ini luar biasa. Dikenakan dari semua kalangan dari kalangan paling bawah, masyarakat bawah, menengah, atas semua bersarung bahkan Pak Presiden aja bersarung,” ujarnya.

Dengan budidaya sarung yang digaungkan oleh Kota Semarang ini menandakan bahwa Pemkot selalu melindungi dan melayani semua pihak.

“Dengan momentum HUT ini. Simbol sarung bisa menginspirasi bahwa kita melayani semua kalangan tanpa beda,” tuturnya.

Acara Semarak Parade untuk memeriahkan HUT Kota Semarang ke-476 ini masih digelar hingga Minggu 7 Mei 2023.

Ada berbagai acara dan pameran yang disajikan. Semua dipusatkan di Gedung Oudetrap.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!