Medali Emas Semarang di Basket Porprov Jadi Momen Ultah Spesial Bagi Alicia dan Efata
SEMARANG[Berlianmedia] – Tim putri basket 3×3 Kota Semarang berhasil meraih emang di ajang Porprov Jateng XVI 2023 Pati Raya.
Keberhasilan ini menjadi momen ulang tahun spesial bagi dua atlet Kota Semarang yakni Alicia dan Efata
Sebab mereka berdua sama-sama lahir 4 Agustus. Alicia kini berusia 18 tahun sedangkan Efata berumur 22 tahun. Satu hari sebelum hari ulang tahunnya, mereka berhasil memboyong emas untuk Kota Semarang setelah mengalahkan Pati dengan skor 14-12.
Momen spesial mereka ditambah dengan keberhasilannya menyelamatkan Kota Semarang dari kekalahan di partai puncak. Saat pertandingan hampir berakhir, Kota Semarang masih tertinggal 10-12 dari lawannya. Namun pada enam detik waktu berjalan mundur, lemparan terukur yang dilesatkan Alicia membuat skor berakhir sama kuat.
Di over time, Kota Semarang yang bangkit dan berhasil memanfaatkan kelengahan serta mental tim lawan mampu mengontrol permainan. Alhasil, tembakan berkelas yang dilesatkan Efata berhasil tersarang ke jaring lawan. Dua poin inipun mengantarkan Kota Semarang berhasil meraih emas di cabang olahraga basket putri 3×3.
“Senang terharu campur aduk perasaannya, bisa mendapatkan emas. Ini momen terindah untuk kado ulang tahun,” ujarnya saat ditemui di GOR Bung Karno Kudus, Minggu (6/8).
Dia sebenarnya tak menduga jika tembakan yang dia lesatkan mampu menyelamatkan Kota Semarang. Keberhasilan ini pun berhasil diraih atas kerja keras timnya dan support dari orang tua dan pelatih.
“Segala perjuangan kita terbalaskan. Bersyukur banget sih karena tembakan terakhir dengan modal yakin bisa masuk,” tuturnya.
Sementara itu, Efata juga masih tak menyangka jika tembakan di masa over time bisa masuk. Dirinya mengaku bahwa partai final berlangsung sangat ketat.
“Tim Pati hasilnya ada mereka juga ngotot karena sama-sama mau ambil satu. Tapi kita mati-matian di game terakhir ini,” tuturnya.
Sementara itu, Pelatih Basket Putri 3×3 Kota Semarang Amatus Agung PW mengucapkan syukur atas kemenangan ini. Dia mengapresiasi perjuangan pemainnya yang mampu tampil maksimal meskipun sempat mendapatkan tekanan dari tim lawan.
Dia pun tak menduga jika pertandingan partai final ini begitu keras. Menurutnya, para pemainnya sebenarnya mampu tampil lepas bahkan bisa mengatur ritme pertandingan.
Akan tetapi karena ada faktor non teknis yang dialami pemainnya, tim lawan mampu tampil menekan bahkan hampir mencuri emas dari Kota Semarang.
“Tim kami mungkin terlalu percaya diri karena kita sudah bertanding dan menang hingga anggapan anak-anak kita bisa. Tapi ternyata malah detik-detik baru bisa nyamain, dan juga perpanjangan tuhan masih berkehendak tapi secara sistem permaian masih belum maksimal,” ujarnya.


