Limbah Mebel Jadi Emas: Mahasiswa UNS Latih Ibu PKK Giriroto Budidaya Jamur Tiram
BOYOLALI[Berlianmedia] – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS menggelar pelatihan pembuatan baglog atau media tanam jamur tiram dengan memanfaatkan limbah serbuk kayu mebel. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, pada akhir Juli lalu.
Program yang mengusung tema Desa Wirausaha ini selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Fokusnya adalah mengolah limbah serbuk kayu menjadi sumber daya bernilai jual, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Giriroto.

Berkolaborasi dengan Arsenio Mushroom sebagai mitra teknis, pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan baru di kalangan ibu-ibu PKK untuk memulai usaha budidaya jamur tiram. “Pemanfaatan limbah serbuk kayu dari industri mebel di Desa Giriroto menjadi media tanam jamur tiram adalah inovasi ekonomi sirkular berbasis potensi desa,” ujar Azizan Ananda Salviano, Ketua Tim PPK Ormawa BEM UNS.
Desa Giriroto selama ini dikenal sebagai sentra industri mebel di Boyolali. Setiap hari, desa ini menghasilkan limbah serbuk kayu dalam jumlah besar. Namun, limbah tersebut selama ini hanya dijual murah atau dibakar, sehingga belum memberikan nilai ekonomi optimal dan berpotensi mencemari lingkungan.
Dalam pelatihan, para peserta diajarkan seluruh proses pembuatan baglog, mulai dari pencampuran bahan baku, fermentasi, hingga pengemasan. Tim PPK Ormawa juga mengajak warga berdiskusi tentang strategi pemasaran dan pengolahan produk turunan jamur tiram agar usaha dapat berkelanjutan.
“Kami, ibu-ibu, senang dan berharap program ini bisa berlanjut. Kami ingin segera mempraktikkan ilmu pembuatan baglog untuk memulai budidaya jamur tiram di desa,” ungkap Ibu Sri, perwakilan PKK Giriroto.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek serta pihak UNS. Harapannya, langkah awal ini dapat melahirkan unit usaha baru berbasis limbah mebel yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi warga, sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.


