Kota Semarang Harus Bisa Maju Seperti Kota Besar Lainnya

BATANG[Berlianmedia] – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan jika pola pikir pembangunan kota/kabupaten hanya berfokus pada APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), sudah dapat dipastikan pembangunan yang terdepan akan selalu diraih kota-kota besar.

“Tapi Masak sih kita nggak boleh kayak Surabaya?. Nggak boleh kayak Bandung? Apalagi kayak Jakarta, nggak usah mimpi,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu dalam dialog bersama sejumlah Wali Kota dan Bupati di Pendopo Kabupaten Batang, Selasa (20/9).

Dia menuturkan jika dengan tren yang ada saat ini, agak sulit mengejar APBD daerah-daerah yang sudah besar, sehingga pola pikir pembangunan tidak lagi bisa bila hanya bertumpu pada kemampuan anggaran daerah semata.

“Kita pengin kayak Surabaya tapi Semarang APBD-nya Rp5 triliun, Surabaya sudah Rp10 triliun. Kita pengen kaya Bandung tapi juga sama APBD-nya besar Bandung. Terus gimana supaya kita ini bisa membuat lompatan pembangunan?, tutur Hendi.

Baca Juga:  Polres Jepara Gelar Rakor Persiapan Pengamanan Liga 1 Antara Persijap Jepara vs Arema FC

Dia menambahkan jika setiap daerah harus memiliki semangat untuk bisa saling mendukung satu sama lain, agar kemajuan daerah masing-masing bisa didorong bersama.

“Kami di Semarang sudah menjalankan konsep Bergerak Bersama yang hari ini cukup efektif, dimana pembangunan tidak hanya bertumpu pada anggaran pemerintah, tapi juga ada yang dari investasi dan CSR swasta, swadaya masyarakat, hingga media massa melalui pemberitaan yang membangun,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, dalam pertemuan dengan sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah, ada keyakinannya bahwa keterbatasan anggaran pembangunan daerah saat ini menjadi tantangan bagi semua kepala daerah.

Hadir dalam aacara itu, selain Hendi, juga Wali kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid, Bupati Kendal Dico Ganinduto, juga Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki yang hadir secara langsung dalam kesempatan itu.

Baca Juga:  Kementerian ATR/BPN Raih Juara III Bersama pada Turnamen Tenis Antarinstansi SATO Open 2025 Piala Wakil Ketua BPK

Hendi mengatakan, hal penting bagi semua pihak hari ini yaitu setiap daerah tidak boleh berdiri sendiri-sendiri dan saling berkompetisi.

Dengan teknologi informasi yang semakin berkembang maka sekat-sekat yang ada tidak diperlukan lagi, sehingga bisa membaur menggunakan konsep bergerak bersama.

Dia bahkan menyebut duplikasi program antar daerah bukanlah hal yang tabu dan menjadi sebuah hal yang harus dijauhi.

Hendi mencontohkan jika jajaran Pemkot Semarang pun sering melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk mencari inovasi baru.

“Nantinya pada saat kembali ke Kota Semarang mereka harus memaparkan hal yang ditemukan di tempat kunjungan, yang dimungkinkan juga kemudian dilakukan ATM, yaitu amati, tiru, modifikasi,” tutur Hendi.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!