Korban Pengeroyokan Meninggal Dunia di Muktiharjo Kidul Diduga Telah Direncanakan

SEMARANG [Berlianmedia]- Pengeroyokan di Jalan Inspeksi Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang yang menewaskan Aditiyas (33), yang terjadi pada Minggu (2/11) malam, diduga telah direncanakan oleh salah satu pelaku berinisial B, yang sebelumnya menelpon teman dekat adik korban, untuk diajak ketemu di sekitar lokasi kejadian.

Korban datang ke lokasi kejadian bukan untuk mencari masalah. Ia datang karena panggilan hati seorang kakak yang ingin melindungi adiknya. Menurut penuturan MR (28), pacar adik korban, insiden itu berawal dari pertemuan tak sengaja dengan salah satu pelaku berinisial B, yang diketahui merupakan teman dekat mantan istrinya.

“Awalnya saya hanya ingin menanyakan soal surat-surat cerai, tapi malah jadi panjang urusannya. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba B telpon menggunakan nomor HP temannya ngajak ketemu dan saat saya datang, ternyata sudah banyak orang di lokasi kejadian,” tutur MR kepada Wartawan di rumah duka, Jalan Purwosari, Kelurahan Rejosari, Semarang, Kamis (5/11).

Dari sanalah kejadian nahas itu dimulai. MR lebih dulu jadi sasaran pemukulan. Ia sempat berusaha kabur dan W, adik korban, menelpon sang kakak agar datang membantu. Namun, siapa sangka, kehadiran sang kakak justru menjadi pertemuan terakhirnya dengan kehidupan.

Di rumah duka, W yang masih syok, hanya bisa menatap kosong saat ditanya sejumlah wartawan, dibrymah duka, didampingi keluarganyavdan MR.

“Saya yang minta dia datang… saya nggak tahu bakal jadi begini,”gumamnya sedih menahan tetesan air matanya.

Salah satu rekan korban, DH (28) menuturkan pula, bahwa kedatangannya bersama korban ke lokasi kejadian hanya ingin membantu W, adik perempuan korban, namun naas saat akan menjalankan motornya, ditabrak para Pelaku, yang merupakan teman-teman B.

“Saat jatuh dari motor, Saya dihantam dengan balok kayu, kena punggung Saya, terus dikeroyok beberapa orang. Saya lari menyelamatkan diri, tapi korban terjebak. Saat itu Saya tidak tahu nasib korban,” jelasnya.

Tujuh Pelaku Masuk DPO

Sementara itu, pihak kepolisian saat dikonfirmasi menyatakan, masih ada tujuh Pelaku pengeroyokan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan dua Pelaku berhasil ditangkap jajarannya di Kabupaten Sukoharjo.

“Saat ini, dua pelaku yang berhasil kami tangkap inisial MT dan A di Sukoharjo. Untuk pelaku yang DPO masih ada tujuh,” ujar AKP Felix MU, SE, SKom, Kapolsek Pedurungan Polrestabes Semarang, didampingi Kanit Reskrim AKP Rismanto di Mapolsek.

Dikatakan pula, bahwa saat ditemukan Petugas kepolisian dan diangkat dari dalam parit, korban sudah tidak bergerak dan tidak ada getar nadinya.

“Namun kami tidak bisa menyimpulkan secara pasti kondisinya apakah sudah meninggal atau belum. Karena yang lebih kompeten menyimpulkan dan menentukan adalah tenaga medis,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah memang benar adanya dugaan pengeroyokan berencana maupun pembunuhan berencana, AKP Felix dengan diplomatis menyatakan belum bisa menyampaikan jawaban resmi.

“Kami belum bisa menjawab itu ya. Karena saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Perlu meminta keterangan saksi-saksi yang lain, baik Saksi keluarga korban maupun saksi lainnya,” pungkas Kapolsek Pedurungan.

 

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *