Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan menjadi 131 Orang

Jakarta [Berlianmedia] – Polri memperbaharui jumlah korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur menjadi 131 orang. Berdasarkan hasil verifikasi dan pengecekan oleh Dinas Kesehatan, Tim DVI, serta Direktur Rumah Sakit, terjadi penambahan jumlah korban meninggal sebanyak 6 orang.

“Jadi data korban meninggal 131 orang,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, dalam keterangannya, Rabu (5/10).

Dedi mengungkap mulanya ada selisih data antara tim Humas Polri dengan Dinkes Kesehatan. Data Polri hanya mencatat korban yang dibawa ke rumah sakit. Setelah dilakukan pencocokan data, ternyata ada 12 korban meninggal tidak di fasilitas kesehatan

” Non-faskes penyebab selisihnya setelah semalam dilakukan pencocokan data bersama dinas kesehatan, Tim DVI dan direktur rumah sakit,” tuturnya.

Baca Juga:  Ditpolairud Polda Jateng Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Selama ini, pihak kepolisian melakukan pendataan korban tragedi memilukan tersebut ketika sudah berada di rumah sakit. Penambahan jumlah korban meninggal melalui proses verifikasi dan pengecekan bersama Dinas Kesehatan.

“Tim DVI dan direktur RS, penambahan data yang meninggal di non faskes. Karena tim mendatanya korban yang dibawa ke RS,” ujar Dedi.

Korban yang meninggal menjadi 131 orang juga dibenarkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Khofifah membeberkan, 6 korban tambahan itu rata-rata diketahui sudah berada di rumah duka, bahkan telah dikubur sejak Minggu (2/10) pagi. Karena identitasnya lengkap hingga rumahnya yang dekat, 6 korban tersebut langsung dibawa pulang pascakerusuhan di stadion.

“Karena identitasnya lengkap dan ada yang rumahnya dari Kanjuruhan tidak jauh. Dimakamkan Minggu pagi, dompet, handphone, kartu identitas ada, sepeda motor lengkap. Terus kemudian dibawa pulang dan dimakamkan,” jelas Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Baca Juga:  Mahasiswa Asing Serbu Kampus Putih UMM

“Kemarin tim crisis center di Dinkes Kabupaten Malang menyisir bareng bupati. Dari informasi kok ini ada meninggal, namanya belum masuk, ternyata ada lagi dan seterusnya. Sampai terbaru, penambahan 6 korban yang belum terekap, sehingga data meninggal jadi 131 orang,” ujarnya.

Adapun rincian jumlah korban meninggal terdata sebanyak 44 orang di tiga rumah sakit pemerintah, yakni RSUD Kanjuruhan sebanyak 21 orang, RS Bhayangkara Hasta Brata Batu sebanyak dua orang dan RSU dr Saiful Anwar Malang sebanyak 20 orang.

Kemudian sebanyak 75 korban meninggal dunia terdata di tujuh rumah sakit swasta, yakni RSUD Gondanglegi sebanyak empat orang, RS Wafa Husada sebanyak 53 orang, RS Teja Husada sebanyak 13 orang, RS Hasta Husada sebanyak tiga orang, RS Ben Mari sebanyak satu orang, RST Soepraoen sebanyak satu orang dan RS Salsabila sebanyak satu orang.

Baca Juga:  Bahas Isu Jual-Beli Pulau Bersama Komisi II DPR RI, Menteri ATR/Kepala BPN Tegaskan Tanah di Indonesia Tidak Bisa Dimiliki Asing

Lalu sebanyak 12 orang korban meninggal dunia di luar fasilitas kesehatan.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!