Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Bertambah, Menjadi 133 Orang
MALANG[Berlianmedia] – Korban meninggal dunia terkait Tragedi Kanjuruhan, Malang, Sabtu (01/10) bertambah satu orang, korban bernama Andy Setyawan. Menurut Direktur RSUD Saiful Anwar, Malang, dr Kohar Hari Santoso, ia wafat setelah 17 hari dirawat di rumah sakitnya.
“Pasien Kanjuruhan atas nama tuan A, usia 33 tahun telah kami nyatakan wafat pada pukul 13.20 WIB,” kata Kohar dilansir dari cnnindonesia.com
Sejak pecah Tragedi Kanjuruhan, Andi dirawat di unit perawatan intensif atau intensive care unit (ICU) RSSA.
Andi juga mengatakan bahwa korban sempat dirawat di ICU sejak awal tanggal kejadian terjadinya Tragedi Kanjuruhan, terhitung sudah 17 hari korban dirawat.
Dari keterangan yang diterima, Andi Setiawan merupakan Aremania asal Jalan Mergosono Gang 5 Kota Malang. Dia menjadi korban ke-133 yang meninggal dunia atas Tragedi Kanjuruhan.
Berarti untuk data saat ini terkait Tragedi Kanjuruhan total korban berjujmlah 708 orang, dengan korban meninggal dunia 133 orang, korban luka-luka 575 orang. Rinciannya, luka ringan 507 orang, luka sedang 45 orang, dan luka berat 23 orang.
Sebelumnya, Kepala Posko Crisis Center sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wijanto Wijoyo menyampaikan korban luka dan tewas Tragedi Kanjuruhan seluruhnya berjumlah 754 orang, 132 di antaranya meninggal dunia.
Tragedi Kanjuruhan terjadi pada Sabtu (1/10) malam usai laga Arema FC dengan Persebaya. Mulanya, saat itu sejumlah suporter Aremania turun ke lapangan Stadion Kanjuruhan.
Namun hal itu justru direspons polisi dengan menembakkan gas air mata ke lapangan dan tribun stadion. Akibatnya, penonton berlarian karena panik menghindari gas air mata, bahkan yang berada di tribun penonton pun ikut panik dan berlarian hingga berdesak-desakan, terinjak-injak untuk berlari menyelematkan diri dari tembakan gas air mata.


