Komnas HAM Ungkap Hasil Lab Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan

JAKARTA[Berlianmedia] – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap hasil laboratorium gas air mata dalam Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (01/10) yang sudah menewaskan 135 orang sampai saat ini.

Komisioner Komnas HAM Khoirul Anam mengatakan, pihaknya telah mendapatkan hasil dari uji lab gas air mata yang diduga menjadi penyebab ratusan orang meninggal dunia.

“Proses hasilnya sudah ada cuma memang butuh untuk pembanding. Kemarin kami dapat walau tidak terlalu besar, sehingga memang lagi mencari pembanding yang lebih kecil,” kata Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (24/10).

Ia menegaskan, pihaknya masih berpegang teguh terhadap peyebab ratusan orang meninggal itu karena gas air mata.

“Dalam konteks gas air mata itu, sekali lagi kami tegaskan bahwa dia penyebab utamanya,” tegas Anam.

Baca Juga:  Rakor Penyelenggara Pemilu, Samakan Visi Untuk Minimalisir Aduan

Mengenai rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan, lanjutnya, yang dilakukan oleh pihak penyidik Kepolisian beberapa waktu yang lalu, Komnas HAM mengaku sangat kecewa terkait proses rekonstruksi yang telah dilakukan, karena dalam proses rekonstruksi tersebut, penyidik tidak menyinggung soal keterlibatan gas air mata.

“Ketika proses rekonstruksi macam-macam tidak ada narasi itu. Itu memang disayangkan oleh banyak pihak. Itu penyidik yang tahu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebenarnya yang paling penting dalam proses rekonstruksi adalah mempermudah proses, terutama untuk membantu teman-teman Kejaksaan melihat apa sebenarnya yang terjadi.

Selain itu, tragedi Kanjuruhan merupakan kasus yang khas sehingga rekonstruksi sebenarnya bisa lebih mudah didapat hasilnya.

“Di kasus Kanjuruhan ini khas. Khasnya apa? Kalau dugaannya penyebab kematian utamanya adalah penembakan gas air mata ke tribun, video itu banyak. Artinya, sebenarnya bisa mendasarkan pada video yang beredar maupun pada video yang dimiliki oleh penyidik itu sendiri,” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!