Komnas HAM Akan Umumkan Hasil Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan

JAKARTA[Berlianmedia] – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) dan juga Ketua TGIPF Tragedi Kanjuruhan Mahfud MD mengatakan pihak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan mengumumkan hasil penyelidikan Tragedi Kanjuruhan Malang pada Rabu (2/10).

“Besok Komnas HAM akan mengumumkan hasil penyelidikan kasus Kanjuruhan. Akan jelas besok,” ujar Mahfud di kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (1/10).

Mahfud juga menjelaskan hasil penyelidikan itu akan terkuak apakah Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (01/10), Malang tergolong pelanggaran HAM berat atau biasa. Pasalnya, lanjutnya, Komnas HAM merupakan institusi negara yang memiliki kewenangan untuk menetapkan hal demikian.

“Kanjuruhan itu pelanggaran HAM berat, pelanggaran HAM biasa atau tidak ada pelanggaran HAM. Besok Rabu akan diumumkan,”tutur Mahfud.

Baca Juga:  Santri Miliki Peran Penting Dalam Menjaga Persatuan Bangsa

Dikonfirmasi terpisah, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara membenarkan pernyataan Mahfud.

“Rencananya begitu [sesuai pernyataan Mahfud]. Nanti akan ada pengumuman resmi soal kepastian waktunya,” ujar Beka seperti dilansir dari cnnindonesia.com.

Dalam kesempatan itu, Mahfud MD juga mengklaim bahwa semua rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan di Malang sudah berjalan.

“Apa coba yang Anda lihat rekomendasi Kanjuruhan yang tidak dilaksanakan? Semua sudah jalan,” tuturnya.

Mahfud juga merinci beberapa rekomendasi seperti perubahan peraturan, transformasi sepak bola dan lainnya disebut sudah dijalankan. Ia juga menekankan proses pidana tetap berjalan sampai saat ini.

Bahkan dia pun menyerahkan kepada pihak Kepolisian bila ada pengembangan tindak pidana dalam tragedi ini.

“Terserah polisi karena itu masuk pro yustisia. Kita punya kesimpulan nih, laksanakan polisi” ujar Mahfud.

Baca Juga:  MUI Demak Sebut Polri di Bawah Presiden Bawa Kemaslahatan bagi Bangsa

Di sisi lain, tutur Mahfud,  Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule sudah mau mundur melalui Kongres Luar Biasa (KLB). Dia menambahkan, rencana KLB PSSI yang ingin digelar dalam waktu dekat sudah sesuai dengan rekomendasi TGIPF.

“Kan itu rekomendasinya kalau kita mecat enggak bisa. Rekomendasi kita kalau punya tanggung jawab moral ya berhenti mundur. Mundur itu caranya bisa ‘saya menyatakan berhenti’ boleh, KLB boleh,” tutur Mahfud.

Tragedi Kanjuruhan sudah berlalu selama satu bulan. Tragedi ini terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang usai pertandingan Liga 1 antara Arema FC Vs Persebaya. Ratusan suporter meninggal dunia imbas tembakan gas air mata bertubi-tubi dari aparat, sesak nafas dan berdesak-desakkan keluar stadion.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!