Jelaskan Tentang Jo Kawin Bocah, Nanda Dapat Hadiah Dari Ganjar

BATANG[Berlianmedia] – Ananda Saputri (17) tampak begitu gembira karena dapat bertemu dan ngobrol langsung dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Pelajar SMAN 1 Kota Pekalongan itu juga mendapatkan hadiah dari Ganjar atas keberaniannya berbicara di depan umum.

Hadiah itu semakin spesial karena pelajar yang akrab disapa Nanda ini baru saja merayakan ulang tahun ke-17.

“Alhamdulillah dapat hadiah ulang tahun eksklusif dari Pak Ganjar. Kebetulan dua hari lalu saya baru saja ulang tahun. Terima kasih Pak Ganjar, semoga amanah terus, di akhir periode juga semakin bisa menjaga dan merangkul rakyat-rakyatnya,” ujar Nanda di sela Musrenbangwil Petanglong Bregasmalang di Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (13/5).

Siang itu, Nanda hadir mengikuti Musrenbangwil Petanglong Bregasmalang. Dia mendapat kesempatan untuk berdialog dengan Ganjar. Nanda tampak sangat lancar saat berdialog. Beberapa pertanyaan dari Ganjar terkait pernikahan dini dan biaya sekolah dijawab dengan lugas.

Baca Juga:  Jelang Purna Tugas, Ganjar Digeruduk Penyapu Jalan, Petani Hingga Komunitas Lukis

Saat sedang berdialog, Nanda menyampaikan dia baru saja berulang tahun yang ke-17 dan mengaku sangat senang, karena selain berkesempatan ngobrol dengan Ganjar juga mendapatkan hadiah.

“Dapat hadiah ini karena baru saja ulang tahun. Tadi juga sempat dialog, ditanya sama Pak Ganjar soal isu perkawinan anak. Terus soal perkawinan anak itu teman-teman di sekolah bagaimana, terus juga di sekolah itu disuruh bayar tidak, ada pungli atau tidak,” tutur remaja kelahiran 13 Maret 2006 itu.

Saat berdialog itu, Nanda juga menyampaikan pesan kepada teman sebayanya supaya tidak menikah dini. Bahkan dia juga akan mengkampanyekan Jo Kawin Bocah kepada teman-temannya.

Nanda menekankan, kewajiban seorang pelajar adalah menuntut ilmu di sekolah dengan baik.

“Tadi ditanya sama Pak Ganjar Jo Kawin Bocah, eman-eman (sayang). Lebih baik sekolah dulu. Kalau saya mau menikah usia 25 karena mau berkarier dulu,” ujar remaja asal Kradenan, Kota Pekalongan itu.

Baca Juga:  Telkom Digi-Up Siapkan Talenta Digital Indonesia Masa Depan

Nanda mengaku bercita-cita menjadi psikolog karena selama ikut forum anak, sering bertemu dengan banyak orang. Harapannya, dia dapat bisa membantu teman-teman yang mempunyai masalah mental.

“Rencana mau lanjut kuliah psikologi di UGM, semoga diterima. Ingin ambil psikologi karena sering bertemu orang di forum anak, banyak bercerita. Jadi ingin bisa membantu teman di luar sana yang punya masalah mental, jadi teman cerita begitu,” tuturnya.

Ganjar pun mengapresiasi  keberanian dan cara Nanda menjawab semua pertanyaan, kemudian memberikan hadiah. Dia meminta Nanda untuk pergi ke stand UMKM Owa Watch yang ada di sekitar Pendopo Kabupaten Batang untuk memilih hadiah antara jam tangan atau kaca mata.

“Di tempat itu ada yang jualan jam tangan dan kacamata dari kayu. Kamu jalan ke sana, pilih mau apa. Nanti saya yang bayar,” ujar Ganjar.

Baca Juga:  Batik Air Buka Penerbangan Menuju 9 Kota di India Via 5 Bandara

Imam Santoso, pelaku UMKM Owa Watch menuturkan, produk yang dipilih oleh Nanda adalah jam tangan berbahan kayu sonokeling. Harga jam tangan tersebut di pasaran sekitar Rp400.000. Sebelumnya, Ganjar juga membeli  dua kaca mata kayu.

“Tadi yang anak SMA pilih jam tangan, bahannya kayu sonokeling. Kalau tadi pas datang Pak Ganjar beli dua kaca mata dari bahan sonokeling dan kayu jati,” tuturnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!