Jangan Sia-Siakan Pemanfaatan DAK
JEPARA[Berlianmedia] – Perangkat daerah di Jepara diminta lebih sigap merealisasikan pemanfaatan dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko mengtatakan dalam mendapatkan DAK dari pusat itu sangat sulit. Namun, masih ada perangkat daerah yang tidak berhasil merealisasikan seluruh alokasi yang sebelumnya telah didapat.
“DAK itu mencarinya sulit. Tapi begitu dapat, ada yang tidak terserap,” ujarnya saat membuka sosialisasi pengelolaan dana transfer 2023, di Aula Sultan Hadlirin, Gedung OPD, Kamis (2/3).
Dicontohkan, sering ada DAK yang semula sudah teralokasi, tiba-tiba hilang pada tahun anggaran berikutnya. Selain itu, nominalnya sulit diprediksi, seperti Dana Insentif Daerah (DID).
“DID kita tahun lalu Rp36 miliar. Karena sudah tidak pandemi, kita kira akan naik. Ternyata, angka yang keluar tahun ini malah Rp9 miliar. Itu pun tetap alhamdulillah. Karena ternyata, ada daerah yang tidak dapat sama sekali,” tutur Edy.
Dalam evaluasi yang dia sampaikan, Edy menyayangkan harus kembalinya anggaran DAK pada sejumlah dinas. Di antaranya, anggaran rehabilitasi ruang kelas SD senilai Rp115 juta, hingga saluran irigasi senilai Rp600 juta. Keduanya karena keterlambatan rekanan.
Karenanya, tutur Edy, agar kendala yang selama ini terjadi dapat diantisipasi sejak dini. Termasuk, dalam menentukan rekanan pelaksana DAK fisik. Jangan memilih rekanan yang hanya mengajukan harga sangat rendah, tapi ternyata tidak bisa melaksanakan kegiatan fisik.


