Iran Bertekad Mencuri Poin Dari Wales

Perwakilan dari benua Asia di Piala Dunia, Jepang diluar dugaan mampu menjungkalkan Jerman 2-1 lalu Arab Saudi diluar dugaan juga mampu mengalahkan Argentina 2-1 sedangkan Korea Selatan menahan imbang Uruguay 0-0. Sedangkan wakil Asia lainnya Qatar menderita kekalahan di partai perdana sama dengan Iran.

Timnas Iran menjalani laga perdana Grup B dengan hasil mengecewakan setelah dibantai Inggris dengan skor 6-2. Sedangkan Wales hampir dikalahkan oleh Amerika Serikat sebelum gol pinalti Gareth Bale bisa menyamakan kedudukan 1-1.

Tentunya hasil positif wakil Asia lainnya membuat Iran akan termotivasi untuk meraih poin di laga kedua. Gengsi sebagai wakil Asia yang belum mendapatkan poin akan dicoba Iran saat bersua Wales di Stadion Ahmen bin Ali, Jumat (25/11) pukul 17.00 wib.

Kedua tim pernah bertemu di laga uji coba tapi dalam rentang waktu yang cukup lama yaitu 18/04/1978 saat itu Iran berhasil memetik kemenangan 1-0 atas Wales.

Kesalahan dalam skema permainan akan coba diperbaiki Queiroz akan coba diperbaiki. Formasi 5-4-1 tentunya akan diubah menjadi 4-2-3-1 untuk memenangkan duel lini tengah dengan Wales.

Baca Juga:  Haornas, Legenda Olahraga Salatiga Terima Penghargaan

Permainan memanfaatkan lebar lapangan akan coba diperagakan oleh Iran tetapi dengan garis pertahanan yang tinggi dengan melakukan pressing rapat untuk menutup pergerakan pemain Wales saat melakukan satu dua sentuhan.

Pada pertandingan sebelumnya di babak ke 2 saat melawan Inggris. Iran tampil beda dan lebih berani bermain terbuka  dan ini akan dicoba dari menit awal saat melawan Wales secara tidak langsung gaya bermainnya mirip dengan Inggris yang notabene sama-sama dari Inggris Raya.

Kemungkinan striker Sardar Azmoun akan dimainkan sejak menit pertama dibelakang Mehdi Taremi yang kemarin mencetak brace saat melawan Inggris. Permainan bola pendek juga akan dicoba Iran melalui through pass untuk membongkar 3 bek Wales.

Permainan open play melalui bola pendek dan juga memanfaatkan lebar lapangan akan dicoba Iran. Dengan garis pertahanan sedikit naik akan dicoba Iran untuk menutup kecepatan para pemain Wales dan proses transisi Negatif juga menjadi opsi serangan Iran untuk mencetak gol terlebih dahulu.

Baca Juga:  Polres Demak Gelar Sertijab, 9 Perwira Ganti Jabatan

Wales sendiri di pertandingan pertama melawan Amerika Serikat juga bermain tidak terlalu baik. Anak asuhan Robert Page hanya bisa bermain bertahan saat Amerika Serikat melakukan permainan dengan tempo cepat dan transisi cepat.

Hal ini kemungkinan akan dicoba Wales sendiri saat menghadapi Iran. Dengan langsung menekan sejak menit awal melalui serangan cepat dan mengajak Iran untuk bermain dengan tempo cepat.

Formasi 3-5-2 kemungkinan akan dipinggirkan dan berevolusi menjadi 3-4-3. Dengan bermain secara flank akan mencoba membongkar pertahanan Iran. Kecepatan James sangat dibutuhkan di sisi kiri garis serangan Wales.

Sedang Wilson akan bermain di sisi kanan dengan tipikal permainan cut insidenya untuk membuat bek Iran fokus kepadanya dan secara tidak langsung membuka ruang kosong bagi pemain lain. Disitulah peran Bale atau Ramsey akan coba masuk ke dalam garis pertahanan Iran.

Memainkan 3 bek sebenarnya riskan bagi Wales saat berhadapan dengan Iran. Terutama jika Iran bermain seperti di babak ke 2 saat melawan Inggris. Untuk mempersempit ruang gerak pemain Iran yang akan melakukan umpan pendek dan jarak pemain rapat di final 3rd pertahanan Wales. Kemungkinan 2 bek sayap Wales akan sedikit naik kedalam.

Baca Juga:  Kemenag Gelar Sidang Awal Ramadan pada 22 Maret 2023

Lini tengah akan menjadi kunci pertandingan nanti. Penguasaan bola akan coba dikuasai oleh kedua tim dan yang bisa mengatur ritme permainan secara cepat secara tidak langsung akan membuka garis pertahanan terbuka lebar.

Disamping itu kesalahan kecil di lini tengah ataupun lini belakang akan dimanfaatkan kedua tim untuk mencari gol terlebih dahulu.

Pertandingan dengan tempo cepat akan tersaji dengan saling jual beli serangan, untuk lini pertahanan Iran sebenarnya lebih unggul bila menutup pergerakan pemain Wales. Hal ini akan dimanfaatkan untuk melakukan serangan balik cepat.

Sedangkan Wales akan mencoba keunggulan di sektor lini tengah dan lini depan dengan memainkan umpan pendek rapat tetapi juga bisa memainkan terobosan melalui umpan lambung.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!