Inflasi di Jateng Mei 2023 Alami Penurunan 0.22%
SEMARANG[Berlianmedia] – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah mencatat inflasi sepanjang Mei 2023 mengalami penurunan yakni 0.22% dibandingkan April 2023 yang mencapai sebesar 0,28%.
Inflasi di Jateng kali ini juga lebih rendah dibandingkan DIY yang mencapai 0.35%.
Kepala BI Jateng Rahmat Dwisaputra mengatakan komoditas yang memberikan tekanan inflasi kali ini masih didorong kelompok bahan makanan yang memang masih cukup tinggi setelah Idul Fitri 2023.
Namun, lanjutnya, inflasi tersebut masih tertahan deflasi dari tarif moda transportasi seperti tarif angkutan antar kota, tarif kendaraan roda 4 online, dan tarif kereta api yang menurun setelah masa mudik lebaran Idul Fitri 2023.
“Komoditas utama penyumbang inflasi Mei 2023 yakni telur ayam ras 0.062%, angkutan udara 0.062%, bawang merah 0.060%, rokok 0.030% dan daging ayam sebesar 0.0022%,” ujar Rahmat, Kamis (15/6).
Dia menambahkan, inflasi yang masih terjaga pada Mei 2023 ini berkat berbagai langkah strategis yang sudah dilakukan BI Jateng bersama TPID Jateng dan stakeholder terkait.
“Berbagai langkah terus dilakukan yakni dengan memastikan keterjangkaun harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif. Saat ini di Jateng jadi satu-satunya yang memiliki subsidi angkutan bahan pangan,” tuturnya.
Rahmat berharap, inflasi padaJuni 2023 masih tetap terjaga. BI mewaspadai adanya elnino yang diharapkan tidak mengganggu produktivitas padi akibat kekeringan. Saat ini waduk dan embung dipastikan memiliki debit air yang masih cukup.


