IASPRO Siap Gelar Munas II 2025: Meneguhkan Komitmen Profesi Menuju Indonesia Emas 2045
JAKARTA[Berlianmedia] – Ikatan Asesor Profesional Indonesia (IASPRO) bersiap menggelar Musyawarah Nasional (Munas) II tahun 2025. Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum penting untuk memilih Ketua Umum baru sekaligus meneguhkan arah dan komitmen profesi asesor dalam mendukung terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045.
Sejak berdiri, IASPRO konsisten membina profesionalisme para asesor melalui pelatihan, penguatan kapasitas, serta alih pengetahuan. Organisasi ini juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, berdaya saing, dan berkarakter. Hingga kini, IASPRO telah memiliki 16 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 11 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di berbagai wilayah Indonesia.
Kepengurusan IASPRO periode 2020–2025 yang dipimpin oleh Dr. Ir. Irwan Usman, ST., MM., IPU., bersama Wakil Ketua H. Wahyu Ardiantono, MBA, PhD., dan Sekretaris Jenderal Nurul Indah Susanti, M.Si., dinilai berhasil membangun fondasi yang kuat bagi penguatan profesi asesor. Melalui berbagai program, kepengurusan ini menegaskan peran penting asesor dalam ekosistem sertifikasi kompetensi nasional.
Munas II tahun ini mengusung tema “IASPRO Re:Charge – 5 Tahun Berkarya Merancang Arah Baru, Adaptif, Kolaboratif, dan Berdampak.” Tema ini menjadi pijakan bagi IASPRO dalam merancang arah organisasi yang lebih terbuka, relevan, dan selaras dengan agenda besar pembangunan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Ketua Umum Irwan Usman, Munas II bukan hanya forum pengambilan keputusan, tetapi juga ruang konsolidasi, berbagi pengalaman, dan memperkuat jejaring lintas sektor. “Semoga Munas ini menghasilkan rekomendasi strategis, program penguatan kompetensi asesor, serta terobosan kolaborasi yang inovatif,” ujarnya dalam pesan tertulis di Jakarta, Rabu (17/9).
Kepemimpinan baru IASPRO nantinya diharapkan mampu merespons perkembangan teknologi, khususnya dalam asesmen berbasis digital. Dengan pendekatan adaptif, para asesor dapat memperluas jangkauan layanan, meningkatkan akurasi, dan mempercepat proses sertifikasi, sehingga lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern.
Selain itu, IASPRO menekankan pentingnya kerja sama internasional. Sertifikasi kompetensi Indonesia diharapkan semakin diakui secara global, sehingga tenaga kerja nasional tidak hanya berdaya saing di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar kerja internasional.
Dengan Munas II ini, IASPRO meneguhkan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem sertifikasi kompetensi yang kredibel, inklusif, dan berdampak nyata bagi pembangunan SDM unggul. Semua langkah ini menjadi bagian dari kontribusi nyata asesor profesional dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.








