HUT Jateng Ke-72, Ganjar Nari Bareng Dengan Berbagai Etnis
SEMARANG[Berlianmedia] – Tanpa canggung, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut turun nari bareng bersama sejumlah Etnis dari seluruh Nusantara, dengan gerakan tertentu “Flash Mob” diiringi musik gamelan dengan judul Gugur Gunung.
Kegiatan itu dilakukan selesai Upacara HUT Provinsi Jateng ke-72 dengan Inspektur Upacara Gubernur Ganjar Pranowo, dihalaman Gubernuran, Senin (15/8).
Flash Mob, dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang berkumpul pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan untuk melakukan suatu hal seperti melakukan gerakan tertentu dalam waktu singkat atau melakukan hal yang berkaitan dengan suasana ceria, sambil berteriak selama 3 menit mewarnai Kirab Pembauran dari Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).
Kirab Pembauran menampilkan budaya, pakaian dan makanan khas masing- masing etnis. Disamping menggambarkan keberagaman dari berbagai etnis yang merupakan kekayaan Indonesia.
Ketua FPK Jateng Dr Muhammad Adnan MA mengatakan kegiata itu sekaligus sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang diwujudkan dalam sebuah Gunungan Hasil Bumi dan parade makanan khas hasil olahan dari perwakilan etnis atau suku bangsa yang ada di Provinsi Jawa Tengah.
“Rasa sukur kami tunjukkan pula dalam kehidupan yang harmoni, bersama-sama bergotong royong membangun negeri tercinta Indonesia ini, dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, tidak membedakan suku, ras, agama, keyakinan maupun golongan. Berjalan bersama kibaran sang Merah Putih dan menjunjung tinggi Pancasila sebagai falsafah hidup berbangsa,” ujarnya.

Kekayaan Nusantara ini terasa indah menghiasi Provinsi Jawa Tengah, dengan parade busana adat dari semua suku bangsa yang tinggal di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Parade Busana Adat merupakan kekayaan budaya bangsa sekaligus memperkuat jatidiri bangsa. Meskipun beragam busana, beragam suku bangsa beserta adat istiadat nya, kami tetap besatu dalam satu ideologi Pancasila, dalam sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurutnya, FPK bertekad mempertahankan Jawa Tengah sebagai banteng Pancasila sekaligus banteng Pembauran. (rs)








