Halal Bihalal RT 01 Ngesrep Semarang Jadi Teladan Kerukunan, Kebersamaan dan Toleransi Warga
SEMARANG[Berlianmedia] – Tradisi Halal Bihalal kembali menjadi momentum mempererat persaudaraan dan memperkokoh kebersamaan warga. Hal itu tampak dalam kegiatan Halal Bihalal warga RT 01/RW 08 Kelurahan Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang yang digelar meriah di halaman lingkungan setempat, Sabtu (11/4) malam.
Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kebersamaan”, kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, pengurus wilayah, dan warga yang larut dalam suasana hangat penuh kekeluargaan.
Ketua RT 01/RW 08, Lorentius Kerap, dalam sambutannya menegaskan bahwa Halal Bihalal merupakan tradisi indah yang sarat makna karena mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia, yakni kebersamaan, kerukunan, serta sikap saling memaafkan.
“Semangat Idulfitri yang menekankan pentingnya saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan kembali kepada fitrah kebaikan merupakan nilai universal yang dapat dihayati serta diamalkan oleh seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai kebaikan dalam Idulfitri sejatinya menjadi milik bersama dan dapat dijadikan semangat untuk terus menjaga keharmonisan dalam kehidupan bertetangga.
Lorentius juga menyampaikan bahwa warga RT 01 telah membuktikan perbedaan bukan penghalang untuk hidup rukun dan saling menghormati. Menurutnya, keberagaman justru menjadi kekuatan sekaligus keindahan yang patut dijaga bersama.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga apabila selama menjalankan amanah sebagai Ketua RT masih terdapat kekurangan dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan selama menjalankan tugas. Semoga ke depan kita dapat terus bekerja sama membangun lingkungan yang aman, nyaman, damai, dan harmonis,” katanya.
Sementara itu, Ketua RW 08 Kelurahan Ngesrep, Suwardi, memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang diraih RT 01 dalam menjalankan program kemasyarakatan.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Lorentius Kerap, lingkungan RT 01 menunjukkan perkembangan positif dan menjadi salah satu contoh baik dalam pengelolaan wilayah serta pemberdayaan masyarakat.
“RT 01 luar biasa dalam menjalankan program kerjanya. Banyak perubahan positif yang menjadikan RT 01 sebagai salah satu yang terbaik di lingkungan RW 08,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penilaian tersebut bukan berarti RT lain kurang baik, namun RT 01 dinilai berhasil menghadirkan inovasi, kekompakan, dan semangat kebersamaan yang layak dijadikan inspirasi bagi wilayah lain.
Suasana semakin khidmat saat tausiyah disampaikan oleh Saeroji Shahrukhan. Dalam ceramahnya, ia mengajak umat Islam menyikapi perbedaan penetapan 1 Syawal atau Hari Raya Idulfitri 2026 dengan penuh kedewasaan, saling menghormati, dan menjaga persatuan.
Menurutnya, perbedaan penentuan awal Syawal antara Muhammadiyah, pemerintah, maupun Nahdlatul Ulama merupakan hal wajar dalam ranah ijtihad, karena masing-masing memiliki dasar keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Yang terpenting bukan memperdebatkan perbedaan itu, tetapi bagaimana kita saling menghargai dan tetap menjaga ukhuwah Islamiyah,” pesannya di hadapan warga.
Ia juga mengingatkan bahwa sikap saling menyalahkan dan merasa paling benar justru dapat merusak persaudaraan serta menghilangkan makna kemenangan Idulfitri yang sejatinya membawa kedamaian.
Tausiyah yang disampaikan dengan santun, diselingi humor segar, mendapat sambutan hangat dari warga.
Kegiatan Halal Bihalal tersebut pun menjadi cerminan kuatnya toleransi, kerukunan, dan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Semarang.


