H Doeri Asyari Isi Pengajian Rutin Di Masjid Al Istiqomah

SEMARANG[Berlianmedia] – Masjid Istiqomah Banyumanik Semarang mengelar pengajian Isra Mi’raj dengan mendatangkan Kyai H. Doeri Asyari, Selasa malam (14/2) setelah sholat Isya.

Ketua panitia acara Arief Danang mengatakan, kegiatan pengajian malam ini merupakan pengajian rutin bulanan, karena bertepatan memperingati Isra Mi’raj kami mendatangkan kyai kondang H Doeri Asyari.

“Alhamdulillah jamaah yang menghadiri pengajian ini sangat antusias sampai masjid full dan materi yang disampaikan Pak Kyai H. Doeri Asyari bisa diserap para jamaah yang hadir dan memadati masjid Al Istiqomah,” tutur Danang.

Danang menambahkan, terkait Ambulance gratis sampai saat ini hampir tiap hari dipergunakan untuk membantu orang yang membutuhkan.

“Kegiatan pengajian ini sudah rutin dilaksanakan sebulan sekali dan kita juga ada kajian seminggu sekali di Masjid Al Istiqomah tetapi tidak melibatkan banyak jamaah. Sedangkan mengenai Ambulance gratis Alhamdulillah hampir tiap hari dipergunakan dan saat ini kita mempunyai 2 armada ambulance. Satu unit untuk mobil jenazah dan satunya untuk medis,” ujar Danang.

Baca Juga:  Ganjar Larang Sekolah Negeri di Jateng Tahan Ijazah Karena Alasan Apa Pun

Pengajian yang bertema Istiqomah Dalam Ibadah & Kemanusiaan oleh H. Doeri Asyari mengartikan bahwa manusia seharusnya juga mendapat nilai syariat bukan nilai masyarakat saja.

“Manusia itu nilainya pada harta dan pangkat, tapi kalau Allah swt menilainya dari Iman dan Taqwa. Seharusnya yang diinginkan itu nilai syariat bukan nilai masyarakat. Contoh seperti ini ada masjid tetapi tidak ada jamaahnya itu seperti tidak ada artinya, begitupun sebaliknya. Karena jamaah dan masjid itu ibarat ikan dan air, jika ikan gak ada air pasti akan mati begitupun juga jika air gak ada ikan sangat hampa untuk dilihat, jadi yang saya inginkan Istiqomah itu seperti airnya dan jamaahnya seperti ikannya,” tutur Dhoeri Asyari.

Doeri juga menambahkan dan memberi perumpamaan, hidupnya ikan itu di air dan hidupnya masjid itu dari jamaah itu sendiri dan jangan sampai kita meninggalkan jamaah dengan masjid istiqomah.

Baca Juga:  JNE Serahkan Bantuan Kendaraan Perpus Keliling

“Ikan itu hidupnya khan di air, sama juga seperti hidupnya masjid itu dari jamaah itu sendiri, oleh karena itu jangan sampai kita meninggalkan jamaah dengan masjid istiqomah karena kasihan bagi orang-orang yang sudah bersedekah di masjid. Mereka bersedekah untuk pembangunan masjid agar megah tetapi tidak ada jamaahnya, lha terus dapat pahala dari mana? Tujuan dari itu semua khan jika jamaah banyak, manusia satu dengan manusia yang lain sering ketemu itu disebut nilai masyarakat dan nilai syariatnya ya berjamaah itu.” Ujar Doeri.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!