Gubernur Jateng Kembali Berikan Bantuan Rumah Layak Huni untuk Keluarga Sunoto
KABUPATEN SEMARANG [Berlianmedia]– Haru dan rasa syukur terpancar dari wajah pasangan Sunoto (43) dan Sofiyati (29), warga Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Setelah 13 tahun tinggal di rumah peninggalan orang tua yang sudah lapuk, keluarga ini akhirnya mendapat bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara langsung mengunjungi rumah Sunoto, didampingi Bupati Semarang Ngesti Nugraha, untuk memastikan kondisi rumah dan kesiapan bantuan yang akan segera digulirkan, Selasa (10/6),
“Kondisinya memang layak dibantu. Dindingnya sudah lapuk, atap bocor, lantai tanah, dan kamar mandi pun seadanya. Ini wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah rakyat,” ujar Gubernur Luthfi.
Sunoto yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan di bawah Rp1 juta per bulan mengaku tak sanggup memperbaiki rumahnya. Selama bertahun-tahun, keluarga kecil ini harus bertahan dengan kondisi rumah yang memprihatinkan, terlebih saat musim hujan tiba.
“Kalau hujan, air masuk semua. Atap bocor dan angin sering bawa air ke dalam rumah,” cerita Sofiyati.
Kini, harapan mereka mulai terwujud. Sunoto terdaftar sebagai salah satu dari 371 calon penerima bantuan RTLH di Kabupaten Semarang.
“Terima kasih Pak Luthfi sudah membantu kami. Akhirnya kami akan punya rumah yang layak huni. Rasanya senang sekali, alhamdulillah,” ucap Sunoto penuh syukur.
Gubernur Luthfi menjelaskan bahwa program perbaikan RTLH merupakan bagian dari strategi Pemprov Jateng dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Pada tahun 2025, ditargetkan sebanyak 17.000 rumah diperbaiki di seluruh Jawa Tengah, dengan rata-rata 300 hingga 400 unit per kabupaten/kota.
“Yang penting rumah dan tanah milik sendiri serta tidak bersengketa. Kita tidak bangun baru, tapi memperbaiki rumah yang sudah ada agar lebih layak huni,” tambahnya.
Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat kurang mampu di Jawa Tengah serta meningkatkan kualitas hidup mereka secara bertahap.


