Gotong Royong Kunci Percepatan Penurunan Stunting
KLATEN[Berlianmedia] – Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya mengatakan gotong royong adalah kunci untuk menurunkan kasus stunting di wilayahnya.
Hal tersebut disampaikan Yoga selaku Ketua Percepatan Penurunan Stunting Klaten dalam acara Rembuk Stunting tahap kedua yang dilaksanakan, di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Klaten, Kamis (8/12).
“Dengan komitmen semua pihak kita harus yakin dapat menurunkan angka stunting hingga serendah mungkin, sesuai dengan target 2024 yang telah ditetapkan oleh Bapak Presiden yaitu 14%,” ujarnya.
Dia menambahkan, percepatan penurunan stunting merupakan gerakan bersama yang memerlukan komitmen dan kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah, serta keterlibatan semua stake holders.
“Penanganan stunting tidak hanya bertumpu pada segi kesehatan, Dengan semangat gotong royong dan _gropyokan_ (kerja sama) program, saya yakin permasalahan stunting di Kabupaten Klaten dapat terselesaikan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten Cahyono Widodo melaporkan, pertemuan Rembuk Stunting diikuti oleh Forkopimda,TP PKK Klaten, Camat, Tim percepatan penurunan stunting baik melalui luring ataupun daring.
Menurutnya, kondisi terkini masalah stunting di Kabupaten Klaten berdasarkan penimbangan dan pengukuran Agustus 2022, yakni terdapat 8.336 balita mempunyai Tinggi Badan (TB) pendek dan sangat pendek, 7.880 balita mempunyai Berat Badan (BB) kurang dan sangat kurang, serta 4.500 balita mempunyai status gizi kurang dan buruk.
Dia menuturkan, jumlah balita calon stunting dari laporan bulan September 2022 terdapat 527 bayi laki-laki terlahir dengan panjang badan (PB) kurang dari 48 sentimeter dan 452 bayi perempuan terlahir dengan PB kurang dari 47 sentimeter.
“Rembuk Stunting kedua ini untuk mengevaluasi perkembangan penanganan stunting di Kabupaten Klaten,” ujarnya.


