Ganjar Populerkan Alpukat Rifai, Pernah Dilelang Harga Rp1,1 Juta per Buah

KENDAL[Berlianmedia] – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memopulerkan buah alpukat Rifai yang dikembangkan Kelompok Tani Bina Karya Bedono, Kecamatan Boja, Kendal. Menurutnya, alpukat Rifai untuk bisa ekspor ke luar negeri.

Dia berkunjung langsung di lokasi pengembangan dan mencicipi kenikmatan alpukat Rifai, Jumat (21/10). Alpukat ini memiliki postur yang lebih besar dan tebal ketimbang jenis biasanya.

“Sebenarnya kita mulai ngecek, kalau kita mau bicara ketahanan pangan, produk lokal kita nggak kalah. Hari ini kita melihat alpukat. Ada Pak Rifai peneliti dan pengembangnya, hasilnya sangat bagus,” ujar Ganjar.

Dia mengapresiasi, karena hasil produk itu sangat bagus. Bahkan, alpukat tersebut pernah dilelang dengan harga Rp1,1 juta per buah.

“Tau gak kalau harga lelang-lelangnya sangat tinggi. Pernah dulu Rp1,1 juta satu biji, karena seperti kontes,” tuturtnya.

Baca Juga:  Dandim Jepara Bersama Forkopimda Bagikan 10 Juta Bendera

Menurutnya,  jika bicara ekonomi lokal dan ekonomi pertanian, produk di Jawa Tengah tersedia. Hanya, masih perlu dipromosikan dan dibantu untuk mengurus legalitasnya.

“Sekarang kita coba promokan, dan ini punya nilai gizi yang cukup tinggi. Dari tempat kita saja bisa kok kalau kita kembangkan, ekspor kita akan jauh lebih bagus,” tuturrnya.

Dia menambahkan, di Jawa Tengah banyak sekali produk-produk pertanian yang dapat diunggulkan. Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk menggenjot produktivitas dan kualitasnya.

“Kita mesti ajak bersaing dan percaya diri. Untuk produk lokal mesti kita genjot mulai hari ini. Bahkan di Jateng banyak sekali yang seperti ini. Kemarin di Kabupaten Semarang ada alpukat Wina. Ini ada Rifai, Kendhil, dan Pawiro Winoto,” ujarnya.

Baca Juga:  Haul Mbah Hisyam ke 34, Santri: Beliau Ulama Istimewa

Menurutnya, ke depan yang harus dilakukan adalah memastikan produktivitas dan kualitasnya. Sehingga produk tersebut benar-benar bisa ekspor.

“Nanti kalau kemudian bisa kita hitung, Dinas Pertanian, dan kawan penyuluh bisa mendampingi,” tutur Ganjar.

Sementara Abdul Rifai, peneliti dan pengembang Alpukat Rifai menuturkan, untuk saat ini pihaknya masih mengurus beberapa persyaratan agar produknya bisa go international.

“Kami masih mempersiapkan itu semua. Dan ini kami merasa didukung oleh Pak Ganjar, yang hadir langsung di sini,” tuturnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!