Ganjar: Ketua Timses Tak Otomatis Jabat Menteri

JAKARTA[Berlianmedia] – Bagi-bagi kursi jabatan untuk para pendukung dan timses tidak ada dalam kamus Capres 2024 nomor urut 3, Ganjar Pranowo. Jika diberi amanah memimpin, Ganjar akan terapkan sistem meritokrasi dalam penyusunan kabinetnya.

Penegasan itu disampaikan berkali-kali oleh Ganjar dalam beberapa kesempatan. Saat menghadiri acara Dialog Apindo di Menara Bank Mega Jakarta Rabu (13/12), bahkan Ganjar menyebut Ketua TPN, Arsjad Rasjid belum tentu jadi menteri.

“Di sini ada Mas Arsjad, nanti teman-teman Apindo bisa ngobrol. Beliau tim saya, tapi tidak otomatis jadi menteri,” ujar Ganjar disambut tawa para pengusaha.

Ganjar kembali menegaskan komitmennya itu saat dialog dengan ratusan konsultan Inkindo di Hotel Sahid Jakarta, Kamis (14/12).

Kali ini, giliran Ketua Umum IA ITB, Gembong Primadjaja menjadi sasaran.

Baca Juga:  Bertemu Atlet Peraih Emas Asal Jateng, Ganjar Siap Bantu Wujudkan Mimpi Para Atlet

“Bapak ibu, mohon maaf saya tidak bisa lama karena harus ke Jabar. Di sini ada tim saya, ada Mas Gembong nanti melanjutkan. Beliau ini orang hebat yang dengan tulus membantu saya. Tapi belum tentu jadi menteri saya lho nanti,” tutur Ganjar.

Ganjar menyampaikan rasa senang dan terharu karena banyak orang hebat di sekelilingnya membantu. Mereka bekerja dengan tulus ikhlas tanpa menginginkan embel-embel jabatan.

“Karena saya berkomitmen, untuk pemerintahan ke depan, meritokrasi akan saya jalankan,” ujarnya.

Sistem meritokrasi memang sudah dilakukan Ganjar sejak menjabat Gubernur Jateng 2013. Selama dua periode, tidak ada sogok menyogok atau KKN dalam pengisian jabatan. Karena semuanya dilakukan secara transparan dengan sistem lelang jabatan dan seleksi terbuka.

Baca Juga:  Peringati Panca Windu Kelahirannya Permadani Gelar Wayang Kulit Tiga Generasi

Gebrakan Ganjar ini membuat semua ASN di Pemprov Jateng yang memenuhi syarat bisa ikut bersaing menduduki jabatan penting yang diinginkan.

Maka sejarah terjadi, ketika ada seorang Kepala Sekolah bernama Jumeri yang berhasil menjabat Kepala Dinas Pendidikan di Jateng. Ada juga Imam Maskur, mantan camat berhasil menjadi Kepala Biro Kesra Jateng.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!