Forum Ormas dan LSM Bersatu Desak APH Usut Tuntas Kasus Penembakan Siswa SMK 4 Semarang

SEMARANG [Berlianmedia]- Forum Ormas dan LSM Bersatu Jawa Tengah, desak Aparat Penegak Hukum (APH) usut tuntas kasus penembakan yang menewaskan siswa SMK Negeri 4 Semarang, yang meninggal dunia akibat ditembak oleh oknum polisi.

Koordinator Forum Ormas dan LSM Bersatu Jawa Tengah Adhi Siswanto Wisnu Nugroho meminta kepolisian (APH) untuk mengeluarkan bukti visum korban penembakan, rekontruksi secara terbuka yang melibatkan semua unsur masyarakat dan mempertanyakan kesehatan oknum polisi, apakah dalam kondisi sehat, sedang bertugas atau tidak sadar karena mabuk.

“Kami akan terus mengawal kasus ini dan meminta supaya proses penanganan masalah ini bisa terbuka dan transparan. Kami menyuarakan bersama-sama 25 Ormas dan LSM minta bukti visum korban. Kemudian meminta rekontruksi ulang secara terbuka, yang melibatkan semua unsur termasuk media dan lembaga kami dilibatkan sebagai independen agar kami tahu transparansi yang sebenarnya,” tegasnya.

Baca Juga:  Polda Jateng Siapkan 40 Personil Ikuti Pelatihan Pengamanan VIP Pemilu 2024

Selain itu, lanjutnya, apakah benar pernyataan Kapolrestabes Semarang yang mengatakan bahwa korban yang meninggal dunia itu salah satu anggota kreak atau genk motor, karena seorang anggota Paskibra tentunya dengan seleksi dan latihan yang penuh disiplin.

“Apakah benar statmen Kapolrestabes kemarin, bahwa anggota Polisi yang menembak apakah dalam keadaan bertugas atau dalam keadaan lain. Ini perlu dibuktikan bersama dengan CCTV dari Dinas Perhubungan, tolong ini nanti dibantu dibukakan sari area jalan sekitar kejadian. Harapan kami ini dibuka seadil-adilnya. Jangan sampai polisi menggiring opini, seakan-akan ada perang antar genk, padahal korban benar-benar anak piatu,” tandas Ketua Forkommas RI.

Koordinator Forum Ormas dan LSM Bersatu Jawa Tengah Adhi Siswanto Wisnu Nugroho bersama dengan perwakilan Ormas dan LSM memberikan statmen di Coffe Roulaz, Jalan Kusumawardani Kota Semarang, Selasa (26/11). Foto : Absa

Joko Budi Santoso, dari organisasi lembaga Pekat, yang tergabung dari Ormas dan LSM Bersatu juga menginginkan keterbukaan Kepolisian dalam menangani kasus penembakan siswa SMK Negeri 4 Semarang itu lebih transparan tanpa tebang pilih, sesuai slogan Presisi Polri.

Baca Juga:  Ganjar Pastikan Suplai dan Harga Pangan Aman Selama Ramadhan

“Kami dari Ormas dan LSM Bersatu menginginkan tindakan polisi terbuka sesuai slogan polisi yang transparansi, jangan membeda-bedakan, artinya kami selaku lembaga di Kota Semarang ini menginginkan keterbukaan yang sejelas-jelasnya, jadi jangan ada yang ditutupi. Jadi jangan sampai ada tebang pilih, kalau ada yang salah, kalau memang salah dan harus dipecat ya langsung saja dilakukan pemecatan,” kata Joko Budi Santoso

Sedangkan Ari Nugroho, Ketua Independen Corruption Watch (ICW) Jawa Tengah juga menyayangkan adanya pernyataan yang dikeluarkan oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar dalam sebuah video yang beredar di media sosial, bahwa korban itu merupakan salah satu dari anggota genk motor atau kreak.

“Ya kami selaku lembaga mempertanyakan kenapa mesti ditembak? Kenapa tidak diberi peringatan dulu. Toh mereka itu Pelajar, artinya apakah mereka itu memiliki senjata tajam atau benda yang membahayakan. Jadi kami mohonkan kepada aparatur penegak hukum, mana yang perlu langsung dieksekusi dan mana yang perlu dibina. Apalagi korban adalah salah satu anggota Paskibra,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ganjar Bangga Dedikasi Kader PPKDB Jateng Dalam Membantu Penanganan Stunting

 

Caption : Koordinator Forum Ormas dan LSM Bersatu Jawa Tengah Adhi Siswanto Wisnu Nugroho bersama dengan perwakilan Ormas dan LSM memberikan statmen di Coffe Roulaz, Jalan Kusumawardani Kota Semarang, Selasa (26/11). Foto : Absa

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!