Festival Thong Thonglek Akan Digelar Kembali dengan Konsep Berkeliling
REMBANG [Berlianmedia] – Festival Thong Thonglek, kesenian tradisional khas Rembang, akan kembali digelar dengan konsep berkeliling seperti masa lalu, menyusuri jalanan di pusat kota. Acara ini dipastikan tidak menggunakan panggung, melainkan menghadirkan pengalaman langsung kepada masyarakat.
Bupati Rembang, Harno, mengungkapkan bahwa seni Thonglek merupakan bagian dari budaya Rembang yang harus terus dilestarikan. “Kami akan hidupkan kembali seni Thonglek agar menjadi tradisi membangunkan orang sahur selama bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini memberikan ruang bagi para seniman untuk berkreasi,” ujar Harno seperti dikutip dari Harmonis Center.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa persiapan festival akan ditangani oleh dinas terkait. “Kami ingin mewujudkan Rembang yang kaya akan budaya serta mendukung talenta seni lokal yang berbakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Rembang, Gus Hanies, menyampaikan bahwa konsep festival tahun ini akan menonjolkan keaslian seni Thonglek tradisional. “Tidak ada peserta Thonglek elektronik. Kita ingin menghadirkan Thonglek keliling seperti dulu karena masyarakat sangat merindukan nuansa ini. Setelah pandemi Covid-19, ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali seni tradisional Rembang,” jelasnya.
Selain melestarikan seni tradisional, festival ini juga diharapkan mendukung perekonomian kecil. Para pedagang kaki lima akan ikut memeriahkan suasana dengan berjualan di sepanjang rute yang dilewati peserta Thonglek.
Gus Hanies juga berpesan kepada seluruh pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama festival berlangsung. “Kita ingin kegiatan ini menjadi nyaman dan aman untuk dinikmati oleh masyarakat Rembang,” pungkasnya.
Festival Thong Thonglek tahun ini menjadi bukti nyata semangat pemerintah Kabupaten Rembang dalam merawat budaya lokal dan memberikan ruang kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam melestarikan tradisi.


