Ferry Akan Dorong Kaum Milenial Ikut Berperan Aktif Sukseskan Pemilu
SEMARANG[Berlianmedia] – DPRD Jateng akan terus mendorong kalangan anak muda bisa ikut berperan aktif dalam Pemilu 2024 mendatang, mengingat kaum milenial ini sangat dibutuhkan untuk masa depan bangsa.
Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono mengatakan pihaknya akan mendorong anak muda bisa ikut berperan aktif dalam Pemilu 2024. Peran serta dari kaum milenial sangat dibutuhkan dan dinilai penting dalam menentukan nasib bangsa di masa depan.
Menurut Ferry, perlu adanya pemahaman benar tentang Pemilu agar kaum milenial bisa turut andil dalam bagian pesta demokrasi, karena selama ini masih banyak anak muda memandang sebelah mata dan menilai negatif dunia politik.
“Jadi memang saya melihat selama ini banyak yang menganggap partai politik itu kotor. Partai politik hanya merebut kekuasaan. Itu tidak tepat,” ujar Ferry di kantornya, di Lt II Gedung DPRD Jateng, Selasa (11/7).
DPRD, tutur Ferry, meminta agar pemahaman diberikan kepada kaum milenial tidak hanya disampaikan oleh penyelenggara Pemilu saja. Namun begitu, juga oleh pemerintah hingga partai politik.
Ferry mencontohkan bisa dilakukan dengan memberikan ruang kepada kaum milenial. “Caranya ya banyak, salah satunya dengan diajak ngobrol bahwa semua yang terjadi di negara adalah peran politik,” tuturnya.
Dia berharap akan banyak kaum muda tidak ragu lagi untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. Misalnya bergabung menjadi kader politik, sebagai peserta Pemilu dan lain sebagainya.
“Dari situlah milenial akan melihat. Tapi kalau kita tidak pernah memberi ruang dan ada jarak terus dengan kaum muda, mereka makin jauh, cuek, tidak peduli, tidak tahu dan tidak mau tahu tentang politik,” ujarnya.
Ferry menambahkan, media digital akan dimaksimalkan menjadi sarana akan digunakan menyampaikan informasi kepada kaum milenial. Pasalnya, dia masih melihat partisipasi dari kaum milenial cukup baik dengan dilihat saat rekrutmen badan penyelenggara Pemilu dan pantarlih.
“Beberapa waktu lalu saja pendaftarnya di tingkat kecamatan mencapai hampir 1.000, di kelurahan 2.000. Bahkah itu didominasi anak muda,” ujar Ferry.
Dia juga berharap, semua anak muda bisa ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi mendatang. Partisipasi tersebut tidak hanya datang ke tempat pemungutan suara (TPS) saja melainkan bisa mengambil peran untuk menyukseskan pemilu.
“Bisa berpartisipasi apabila menemukan hal yang tidak sewajarnya, pemantau Pemilu. Sekecil apapun peran pemuda saya kira bsa kita jadikan pijakan menyukseskan Pemilu,” tuturnya.
Ferry meminta media dapat membantu pemerintah untuk menyebarkan berita yang benar, tepat, dan akurat, sehingga dapat dimaksimalkan menjadi sarana yang digunakan menyampaikan informasi kepada kaum milenial
“Bagaimana berkomunikasi publik di tahun politik, terutama menjelang Pemilu dan Pemilukada serentak yang berpotensi hoaks tinggi. Bagaimana membesutnya agar masyarakat tidak terjerumus dalam informasi yang tidak benar,” ujar Ferry.
Dia menambahkan, meski saat ini sudah memasuki era digital yang berbasis teknologi canggih, tetapi sisi human being dan human interest yang ditampilkan dalam seni pertunjukan rakyat, pun memiliki kekuatan tersendiri dan mampu menggerakkan hati, pikiran, dan minat pemirsanya untuk memahami pesan yang disampaikan.
Menghadapi Pemilu 2024, Ferry mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpolitik dengan santun dan beradab. Ini penting agar Pemilu dapat berlangsung sukses dan aman.
Berita hoaks yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya, masih bertebaran. Bahkan trennya akan makin meningkat menjelang Pemilu dan Pemilukada 2024.
Ferry menuturkan, salah satu faktor yang mendukung penyebaran hoaks di masyarakat adalah rendahnya literasi digital.
“Rendahnya literasi digital membuat seseorang cenderung memercayai informasi tanpa melakukan cek fakta dan verifikasi, serta membagikan informasi tanpa tahu kebenarannya,” ujar Ferry.
Dia mengajak berbagai pihak mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas dan mahasiswa serta kalangan milenial sebagai agent of change, untuk memberikan perhatian, dan turut berkontribusi dalam memerangi berita hoaks.
“Jadi harus kita pahami, perlunya bersama-sama kita meningkatkan literasi untuk melawan hoaks. Kami menaruh harapan pada dinas terkait untuk memberikan sosialisasi terkait isu ini. Kami juga mendorong kaum milenial untuk aktif membantu memberikan informasi yang kredibel, dan memberikan contoh bagaimana melakukan cek informasi dengan benar,” tuturnya. (Adv/Anif)


