DPRD Dorong Disdikbud Jateng dalam Penguatan Pendidikan Karakter

SEMARANG[Berlianmedia] – Maraknya aksi kekerasan dan tindak kriminal yang dilakukan oleh generasi muda atau para pelajar akhir – akhir ini tentu sangat meresahkan dan menghentakkan kita semua.

Di sisi lain dunia pendidikan juga dihadapkan dengan berbagai persoalan seperti bullying, tawuran hingga tindak asusila dan kriminalitas di kalangan pelajar.

Dari berbagai permasalahan krisis moral atau karakter di kalangan pelajar tersebut menunjukkan masih tertinggalnya dan belum optimalnya aspek pendidikan karakter dalam sistem pendidikan kita selama ini.

Lalu bagaimana upaya pemerintah khususnya dunia pendidikan dalam bersinergi dengan semua pihak untuk mempersiapkan para tunas bangsa kita harus memiliki kecerdasan yang unggul dan juga berakhlak mulia agar menjadi generasi emas di tahun 2045.

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nur Farida menuturkan aspek positip yang kita lihat tentang generasi muda   dari akses informasi sangat luas, mereka bisa mengakses apapun informasi yang ada didunia ini.

Dari sisi lain anak anak punya ketrampilan digital yang luar biasa, tentu mereka berfikir kritis punya global mindset,” ucapnya

Tentunya aspek positip harus kita manfaatkan dengan sebaik baiknya. Fondasi yang kuat dari keluarga sangat penting. Ketika anak anak punya fondasi yang kuat, pembiasaan dirumah dengan keluarga lingkungan terdekat baik maka anak akan mempunyai imunitas baik secara keimanan mental atau spiritual haruskokoh,” ujar Ida Nur Farida saat menjadi Nara sumber pada Dialog bersama Parlemen Jawa Tengah dengan mengusung tema ” Penguatan Karakter Anak Bangsa” yang berlangsung di Banaran Sky View, Bawen Kabupaten Semarang, Selasa (8/10).

Baca Juga:  Ambil Peluang Bisnis, Warga Sekitar KITB Dilatih Bisnis “Laundry”

Menurut Ida kalau anak secara spiritual kuat maka menghadapi dunia sekarang diera informasi, era digital ini dia akan bisa memilah dan memilih. Manakala fondasi di keluarga tidak kuat maka dia bisa mengambil apapun yang dia mau  dan akhirnya terjadilah seperti tawuran bulying, bisa juga  terjadi karena mereka melihat di YouTube maupun tayangan di medsos lainnya.

Maka pendidikan karakter sangat penting yang dimulai dari keluarga. Ketika keluarga kuat maka masyarakat dan bangsa akan kuat, maka tanggung jawab kita sebagai orang tua adalah tingkat pendidikan paling utama dari tingkat keluarga,” ujar Ida

Ibu adalah pendidik pertama bagi anak anaknya, ketika ibu bisa berperan dengan baik dirumah dan bersinergi dengan ayah serta lingkungan Insya Allah karakter karakter anak bisa dikawal dengan baik dan ketika dia keluarpun sudah punya imunitas,” tegasnya.

Baca Juga:  Pertamina Pastikan Pasokan BBM, LPG, dan Avtur di Jateng & DIY Aman

Sementara itu Kepala Bidang Khusus Pendidikan Disdikbud Jateng, Sunarto M.Pd mengapresiasi anak anak sekarang yang hidup di era digital dan akrab dengan teknologi, sebenarnya ini hal yang positif. Mereka terbiasa berpikir kritis dan kreatif. Ini tuntutan dan mereka ada disitu,” tuturnya.

Menurut Sunarto generasi muda sekarang itu multi tasking berhadapan dengan banyak hal yang dihadapi. Oleh karena itu mereka terbiasa bekerja secara kolaboratif, karena untuk menghasilkan sesuatu harus kerjasama dengan orang lain selain itu juga punya kepedulian yang tinggi,” ujar Sunarto

Lebih lanjut Sunarto mengaku banyaknya sumber belajar tersedia di media digital maka membuat mereka mempunyai kemandirian belajar.

Sekarang Kemendikbud mengembangkan kurikulum merdeka, sebetulnya proses pembentukan kurikulum ini diawali dari tingkat satuan pendidikan, di sekolah sekolah punya tim pengembang kurikulum yang akan memasukkan materi materi sesuai rambu rambu dari pusat,” terangnya.

Terkait dengan pendidikan karakter pada pembelajaran yang terdiri dari pembelajaran kurikuler, kokurikuler dan pembelajaran ekstrakurikuler yang bermuara pada pendidikan karakter Yang diberikan guru melalui pembiasaan pembiasaan, tidak yang sifatnya pengetahuan tetapi langsung di aplikasikan atau dilaksanakan agar anak anak aktif sehingga terbentuk Profil Pelajar Pancasila,” ujarnya

Baca Juga:  Pemkot Solo Dorong Ekosistem Bisnis Digital

Pada kesempatan sama Dosen Bimbingan Konseling Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Lilik Sriyanti mengatakan dengan diberlakukannya kurikulum merdeka tujuan utamanya untuk meningkatkan pendidikan karakter.

Sebelum adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dimunculkan sudah ada Profil Pelajar Pancasila (P3) nya dulu disetiap modul ajar. Gagasan kurikulum merdeka itu sangat bagus karena tekanannya pada pembentukan karakter pada siswa.

Harapannya guru menerapkan nilai nilai karakter tetapi dalam perkembangannya penerapannya kurikulum merdeka guru masih belum menjiwai masih seperti robot karena belum tahu konsep besarnya.

Dalam pelaksanaan P5 tujuannya bagus mengaktualisasikan semua potensi siswa yang berbeda beda. Adapun salah satu dampaknya dalam melaksanakan  Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) terjadi pemborosan terkait pendanaan maka perlu ada kendali kendali tertentu.

Kurikulum merdeka bagus cuma implementasinya ditataran bawah perlu adanya pendampingan,” pungkasnya

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!