Ditinjau Gubernur Ahmad Luthfi,  SMA PGRI 1 Temanggung Terima Belasan Murid Jalur Sekolah Kemitraan

TEMANGGUNG [Berlianmedia]- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau SMA PGRI 1 Temanggung, sebagai salah satu sekolah swasta yang tergabung dalam program Sekolah Kemitraan Pemprov Jateng, yang menerima 12 murid, melalui jalur sekolah kemitraan, Selasa (15/7).

Sekolah Kemitraan adalah gagasan dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, untuk memberikan afirmasi kepada anak putus sekolah maupun anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Total ada 139 Sekolah Kemitraan, dengan daya tampung sebanyak 5.004 anak didik.

“Pendidikan bagi keluarga miskin ekstrem sudah kita ambil untuk kita sekolahkan kembali, khusus SMA/SMK, karena kewajiban gubernur itu adalah jenjang SMA/SMK, kalau SD-SMP itu kewenangan Bupati/Wali Kota,” kata Gubernur Luthfi saat kunjungan di Temanggung.

Sekolah kemitraan adalah upaya dari Pemprov Jateng, untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto. Sekolah Kemitraan ini berbeda dengan Sekolah Rakyat. Sekolah Kemitraan menggandeng sekolah-sekolah swasta yang ada di Jawa Tengah, untuk memberikan kuota khusus bagi anak putus sekolah atau dari keluarga tidak mampu.

Baca Juga:  Selama Libur Lebaran, Okupansi Hotel Ciputra Semarang Capai 90%

Data dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menyebutkan, pada SPMB tahun ajaran 2025/2026 tercatat ada 62.145 anak didik dari keluarga miskin, yang diterima melalui berbagai jalur pendaftaran. Dari jumlah tersebut, yang diterima dari SPMB Kemitraan dengan sekolah swasta sebanyak 2.387.

Selain mengecek siswa afirmasi dari jalur kemitraan, Gubernur juga menyempatkan untuk menyapa dan memberikan semangat kepada siswa baru SMA PGRI 1 Temanggung. Dalam kesempatan itu, Gubernur Luthfi berpesan kepada seluruh pelajar, untuk belajar dengan baik dan memenuhi amanah dari orangtua masing-masing.

“Pesan saya, belajar dengan baik. Jangan ada bullying di sekolah, juga jangan tawuran. Tugas adik-adik sekalian belajar di sini,” ujarnya.

“Kita kerja sama dengan sekolah swasta yang kita tunjuk. Di Temanggung ada di SMA PGRI 1,” imbuhnya.

Baca Juga:  Persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2026, Shin Tae-yong Panggil 25 Pemain

Bantu Sekolah dan Masyarakat

Kepala SMA PGRI 1 Temanggung, Djoko Juwono mengatakan, program sekolah kemitraan yang digagas Gubernur Jawa Tengah sangat bagus dan membantu, baik pihak sekolah maupun masyarakat dari kategori miskin atau tidak mampu.

Adanya jalur afirmasi melalui program Sekolah Kemitraan itu, juga menambah jumlah kelas untuk ajaran baru di SMA PGRI 1 Temanggung. Dari sebelumnya rata-rata hanya membuka tiga kelas, tahun ini ada empat kelas untuk siswa baru.

“Jumlah yang diterima dari jalur kemitraan di SMA PGRI 1 ada 12 anak. Itu sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Dinas Sosial yaitu kategori P1, P2, dan P3. Pembelajaran sama, kita juga berbaur dengan siswa reguler,” ujarnya.

Juwono berharap, program yang bagus ini ke depan perlu ditingkatkan lagi. Baik dari segi sosialisasi maupun jumlah rombongan belajar (rombel). Saat ini kuota di SMA PGRI 1 Temanggung hanya satu rombel yaitu 36 siswa dengan tingkat keterisian baru mencapai 12 anak.

Baca Juga:  Residivis Curanmor di Demak Dibekuk Polisi, Terlibat 17 TKP dan Jual Hasil Kejahatan ke Penadah

“Masih banyak yang belum tahu program ini, jadi perlu sosialisasi lagi,” infonya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!