Dikunjungi Komisi V DPR-RI, Yuni Minta Pengembangan Kawasan Gunung Kemukus

SRAGEN[Berlianmedia] – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengusulkan empat pengembangan Gunung Kemukus yang meliputi TPS 3R, Menara Pandang, Gerbang di Desa Bagor, serta RTHP/ruang terbuka parkir.

Menurutnya, dulu Gunung Kemukus dikenal dengan stigma negatif. Namun Pemerintah Kabupaten Sragen berupaya untuk meluruskan cerita Pangeran Samudra yang banyak menyimpang di masyarakat.

“Kami berpikir bagaimana caranya membersihkan. Kami lihat bagaimana Bu Risma berhasil membersihkan Gang Doly, dan itu menjadi inspirasi di wilayah Sragen tepatnya di Gunung Kemukus ini. Saat Jumat Pon tamu yang datang berziarah ribuan jumlahnya. Kami berharap ritual yang menyimpang tersebut hilang tanpa mengurangi makna dari Gunung Kemukus dengan Makam Pangeran Samudera,” ujarnya saat menefrima kunjungan spesifik DPR-RI di Kawasan Sendang Ontrowulan Gunung Kemukus Selasa siang (11/7).

Baca Juga:  Boss Dafam Grup Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Surat

Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras dan dampingi 10 orang anggota merupakan kunjungan kerja spesifik dan peninjauan di Kawasan wisata Gunung Kemukus sekaligus menyerap aspirasi dan masukan-masukan dari Pemerintah Daerah yang berkaitan dengan infrastruktur maupun transportasi di Kabupaten Sragen.

Dia menambahkan, penataan Gunung Kemukus merupakan bagian dari pengembangan destinasi pariwisata yang terintegrasi dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Solo-Sangiran sekaligus terintegrasi dengan pengembangan Kawasan destinasi super prioritas di Borobudur – Joglo Semar.

“Sebenarnya, Kawasan ini sudah termasuk menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional sesuai dengan PP nomor 50 tahun 2011. Di Sragen pengembangan KSPN meliputi situs manusia purba Sangiran, makam Pangeran Samudera di Gunung Kemukus dan Taman Wisata di Kedung Kancil,” tuturnya.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Kondisi Kejiwaan Pelaku Pemutilasi Bos Depot Isi Uang

Dia menuturkan, Pemerintah Pusat merevitalisasi Gunung Kemukus yang awalnya diberikan anggaran Rp80 miliar namun karena pandemi, turun menjadi Rp48 miliar, sehingga ada empat pembangunan belum terselesaikan yakni Gerbang di Desa Bagor, RTHP/Tempat Parkir, TPS 3R dan Menara Pandang.

“Dari ketiga pembangunan itu kami telah mempunyai lahan dan dianggarkan di tahun 2022 sehingga pembelian tanah sudah selesai. Kami berharap hal ini menjadi daya dorong dari DPR RI Komisi V dan mitra kerjanya. Karena waktu diresmikan Ibu Puan Maharani dan Bapak Menteri, beliau menjanjikan dibangun lagi,” ujarnya.

Dia mengatakan kegiatan untuk membangkitkan pariwisata juga terus diupayakan. Seperti ritual Larap Slambu makam Pangeran Samudera yang dicuci dan diperebutkan warga yang dilakukan setiap 1 Suro. Setelah direvitalisasi, PAD Kabupaten Sragen naik menjadi Rp228 juta hingga bulan Juli, sebelumnya hanya tercapai Rp160 juta.

Baca Juga:  Sebanyak 200.000 Kendaraan Pemudik Belum Balik ke Jabodetabek

Sementara Ketua Komisi V DPR RI Andi Irwan Darmawan Aras menyampaikan dukungannya untuk menyelesaikan rencana awal pembangunan Gunung Kemukus.

“Pada September 2020 hingga Desember 2021 telah dilakukan pekerjaan penataan Kawasan Gunung Kemukus dengan nilai kontrak sebesar Rp48 miliar dari Dirjen Cipta Karya. Untuk kegiatan operasi pemeliharaan Optimalisasi dan Rehabilitasi Kawasan gunung Kemukus dilaksanakan Oktober – Desember 2022 dengan nilai kontrak sebesar Rp639 juta,” tutur Andi.

Menurutnya, penataan tersebut penting dilakukan untuk mengembalikan fungsi Kawasan Gunung Kemukus sebagai destinasi wisata religi dan wisata keluarga di Kabupaten Sragen dan sekitarnya, serta meningkatkan citra dan daya tarik Kawasan wisata Gunung Kemukus.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!